Intensifkan Berlatih untuk Membangun Chemistry

Lima Penari Komunitas Bawika Art Enthusiast Wakili Kota Semarang ke Kanada

269
DUTA SENI: Anggota Komunitas Bawika Art Enthusiast saat berlatih intensif sebelum berangkat mengikuti Indonesia Fest di Kanada. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUTA SENI: Anggota Komunitas Bawika Art Enthusiast saat berlatih intensif sebelum berangkat mengikuti Indonesia Fest di Kanada. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Lima penari dari Komunitas Bawika Art Enthusiast  akan mewakili Kota Semarang dalam serangkaian acara Indonesia Fest yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kanada, Sabtu (14/7) mendatang. Seperti apa persiapannya?

TRIAWANDA TIRTA ADITYA

RADARSEMARANG.COM – LIMA penari tampak semangat berlatih di ruang kreatif berlantai keramik putih. Peluh tampak mulai membasahi kaos yang mereka kenakan. Wajah mereka juga berkeringat. Namun mereka tetap lincah menari dengan iringan musik dari MP3.

Ya, mereka adalah para penari dari Komunitas Bawika Art Enthusiast. Kelima penari cantik itu masing-masing Vina Dwi Tristiani, Elza Monica Uswantari Dewi, Mellytia Ayukristi Endriani, Hijrah Muktisari dan Ikabela Tifandi. Mereka akan akan mewakili Kota Semarang dalam acara Indonesia Fest yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kanada pada Sabtu (14/7) mendatang.

Jauh hari sebelum mereka berangkat, para penari muda ini melakukan latihan secara intensif di sekretariat Komunitas Bawika Art Enthusiast Jalan Karonsih Ngaliyan maupun Jalan Tembalang Selatan IV. Latihan juga dilakukan di aula Undip Pleburan dan di kompleks Balai Kota Semarang.

Salah satu penari anggota Komunitas Bawika Art Enthusiast, Mellytia Ayukristi Endriani, mengatakan,  jeda waktu beberapa hari sebelum berangkat ke Kanada pekan depan, ia dan teman-temannya menggelar serangkaian latihan terlebih dahulu. Hal ini ditujukan agar terjalin chemistry di antara kelima penari.

“Suatu kebanggaan bagi kami, karena dapat mengenalkan kesenian tari khas Kota Semarang pada orang-orang Kanada. Kami akan menunjukkan sejumlah tarian tradisional khas Kota Semarang, seperti tari Warak Dugder, Ngilo, dan Abhitah,” kata Mellytia Ayukristi Endriani.

Mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Semarang ini mengaku  senang bisa berangkat ke Kanada  untuk mewakili Kota Semarang. Ia dan teman-temannya berharap dapat memberikan penampilan terbaik dari Komunitas Bawika Art Enthusiast ini.

Pendiri Komunitas Bawika Art Enthusiast, Mukhlis Reza, mengaku sudah kali kedua anggota komunitasnya diberangkatkan oleh Pemkot Semarang ke luar negeri. “Sebelumnya kami dikirim ke Rusia untuk mengisi festival kesenian tari di sana,” akunya.

Dalam event kali ini, lanjut dia, Komunitas Bawika Art Enthusiast hanya dapat mengirimkan maksimal 5 penari. Padahal komunitasnya memiliki lebih dari 20 anggota dari berbagai kalangan, mulai siswa SMA, mahasiswa, hingga pegawai negeri sipil dan pegawai swasta.

Reza mengatakan, Indonesia Fest adalah sebuah acara kesenian khusus di bidang seni tari yang setiap tahun selalu diadakan oleh KJRI di beberapa negara. Acara tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia dengan mengirimkan sejumlah kelompok tari yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Di setiap pertunjukan, mereka selalu bermain dengan sepenuh hati. Hal itu ditujukan agar para penonton merasa terhibur dan dapat merasakan penghayatan yang dilakukan oleh para penari.

Pria yang mendirikan Komunitas Bawika Art Enthusiast sejak 2013 silam ini mengaku, sebelumnya komunitas ini sering tampil di berbagai negara, seperti China di acara Shanghai Baoshan International Folk Art, International Folklore Festival di Portugal, hingga Festival Folkrioue De La Haute Lande di Perancis, dan masih banyak lagi.

Dalam Indonesia Fest yang diglear di Kanada nanti, Komunitas Bawika Art Enthusiast akan berangkat bersama sejumlah perwakilan Pemerintah Kota Semarang, yang akan menuju Kanada pada Kamis (12/7) mendatang. (*/aro)