Generasi Petani Makin Langka

315
PANEN RAYA: Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto dan Direktur PT Lumbung  Satriyo Seno Surono panen raya padi yang dirawat dengan pupuk organik. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA: Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto dan Direktur PT Lumbung  Satriyo Seno Surono panen raya padi yang dirawat dengan pupuk organik. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Generasi petani di Indonesia kini semakin langka. Bahkan, kini tinggal 7 hingga 8 persen saja. Demikian disampaikan Direktur PT Lumbung Banyu Bumi, Satriyo Seno Surono disela panen raya padi di Desa Kuwu, Kecamatan Dempet.

Menurutnya, makin berkurangnya generasi petani menjadi persoalan serius pemerintah. Apalagi, pemerintah kini sedang menggenjot produksi pertanian. “Jumlah petani makin berkurang. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Pihaknya berpendapat, bahwa petani merupakan ujung tombak produksi pangan nasional. Namun, sampai sekarang petani masih menghadapi masalah klasik, yakni, turunnya harga gabah saat panen akibat pemasaran hasil produksi yang tidak berjalan sesuai harapan. “Militansi petani itu sebetulnya melebihi prajurit. Mereka terus menanam dan memproduksi padi tanpa kenal lelah demi memenuhi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Persoalan lain yang dihadapi petani adalah lahan pertanian yang makin tidak subur akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Areal pertanian yang ditanami unsur hara yang terkandung dalam tanah terus berkurang.

“Karena itu, selain tata kelola lahan, persoalan pemasaran juga menjadi kendala bagi petani. Disinilah diperlukan konsorsium tata niaga hasil produk pertanian agar petani tertolong dalam pemasaran. Mulai tanam hingga panen harus dikelola dengan baik. Mindset petani juga harus berubah,” kata Satriyo.

Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto mengatakan, sistem tata kelola lahan pertanian memang harus menjadi perhatian serius. Karena itu, peran PT Lumbung Banyu Bumi tersebut menjadi penting untuk membantu petani di Demak. “Kita berharap, panen di Desa Kuwu ini bisa menjadi contoh keberhasilan dalam tata kelola lahan mulai dari tanam sampai panen,” katanya. (hib/bas)