REKONSTRUKSI : Para pelaku pengeroyokan memeragakan aksinya saat menghabisi nyawa Setyo Sasiam Utomo, di Jalan MR Kusubiyono Tjondro Wibowo, Pakintelan, Gunungpati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONSTRUKSI : Para pelaku pengeroyokan memeragakan aksinya saat menghabisi nyawa Setyo Sasiam Utomo, di Jalan MR Kusubiyono Tjondro Wibowo, Pakintelan, Gunungpati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat tersangka pengeroyokan hingga menewaskan Setyo Sasiam Utomo, 20, warga Karanggeneng, Gunungpati, pada 15 Juni 2018 lalu, menjalani rekonstruksi. Terkuak para tersangka sadis menghabisi korban lantaran tidak terima setelah motornya bersenggolan.

Empat tersangka tersebut adalah Edi Aditya, 22, Romdoni, 26, Deva Dwi Saputra, 18, dan WDS, 17, yang semuanya warga Sedayu, Kalisegoro, Gunungpati. Lokasi rekonstruksi di Jalan Mr Kusubiyono Tjondro Wibowo, Pakintelan, Gunungpati, Kamis (6/7) kemarin.

Pada kegiatan ini, pihak keluarga korban juga datang di lokasi menyaksikan proses rekonstruksi. Sementara, para pelaku terlihat tenang memeragakan adegan mulai dari awal hingga akhir kasus pengeroyokan.

“Ada 26 adegan yang diperagakan oleh pelaku dan saksi, mulai dari pelaku dan korban saling senggolan, hingga korban dilarikan rumah sakit oleh sejumlah saksi,” ungkap Kapolsek Gunungpati Kompol Budi Abadi di lokasi rekonstruksi.

Sebelumnya, para pelaku menghabiskan malam takbiran dengan menenggak minuman keras di Taman Unyil, Ungaran. Setelah itu mereka berkeliling mengendarai dua sepeda motor.

Diduga dibawah pengaruh alkohol, sepeda motor yang dikendarai Edi berboncengan dengan Romdoni kemudi bersenggolan dengan sepeda motor korban. Pelaku oleng hingga mereka jatuh tersungkur di aspal.

“Pelaku emosi dan tidak terima kemudian mengejar laju motor korban. Hingga akhirnya korban berhasil dihentikan pelaku, kemudian terjadi cekcok mulut,” katanya.

Awal dari cekcok mulut ini, kemudian pelaku Edi memukul korban menggunakan tangan kosong. Pelaku lain yang melihat itu mendekat dan ikut mengeroyok korban. Bahkan, salah satu pelaku juga menggunakan batako dipukulkan ke korban meski tubuhnya sudah tergeletak di aspal jalan.

“Saat itu ada warga melintas dan melihat, tapi salah satu pelaku mengatakan kalau korban adalah begal. Tapi itu hanya alibi pelaku supaya tindakannya itu tidak dicurigai warga,” ungkapnya.

Korban yang sudah tidak berdaya kemudian dilarikan warga ke RSUP dr Kariadi hingga akhirnya meninggal saat perjalanan.

Sementara, keluarga korban meminta kepada penegak hukum supaya pelaku dihukum berat. Sebab, tindakan yang dilakukan keempat tersangka tersebut dinilai keji lantaran tega menghilangkan nyawa orang yang mereka sayangi.

“Kami meminta para pelaku tersebut dihukum seberat-beratnya sesuai dengan apa yang telah dilakukan mereka terhadap adik saya,” ungkap kakak korban, Wawan Sulistyo.

Sementara ayah korban, Kanipan, 53, menambahkan, sebelum kejadian tersebut anaknya itu pamit pergi ke rumah temannya, Kamis (14/6) malam. Diakuinya tidak ada gelagat mencurigakan hingga pada keesokan harinya dia mendapat kabar kalau anaknya tewas dibunuh.  (mha/zal)