Atasi Rob, Pemkab Gelontor Rp 611 M

188
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan dianggap masih parsial dalam menanggulangi rob. Hal tersebut mencuat dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Menurut  Ketua Fraksi PDI Perjuangan Moh Nurkholis, dampak rob sudah dirasakan lama oleh masyarakat pesisir, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang maksimal. Bahkan setiap tahun banjir kian membesar.

“Akses masyarakat korban rob dalam hal mendapatkan program-program dari Pemkab Pekalongan, masih sangat rendah. Kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di kawasan masyarakat terdampak rob juga masih rendah. Ini menunjukkan ketidakadilan,” ungkap Moh Nurkholis.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menjelaskan bahwa untuk penanganan rob, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dari tahun 2017-2018 sebesar Rp 611,7 miliar, yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan sosial ekonomi.

“Pada tahun 2017 untuk pembangunan tanggul melintang dan penataan sungai sebesar Rp 517 miliar, PLPBK Rp 1 miliar, dan tahun 2018 PLPBK sebesar Rp 11 miliar, ini menunjukan bahwa pemkab sangat serius dalam menangani bencana banjir rob,” tegas bupati.

Asip juga menjelaskan, untuk peningkatan sosial ekonomi di lokasi bencana banjir rob, lewat APBD 2017, pemkab telah melakukan peninggian lantai TPI Jambean sebesar Rp 600 juta, memberikan bantuan bibit bandeng Rp 40 juta, pengembangan padi tahan air asin seluas 18 hektare sebesar Rp 111 juta, dan pembebasan pajak PBB sebesar Rp 129 juta untuk 5.617 objek pajak yang terkena rob.

Menurutnya tahun 2018, peninggian TPI Wonokerto juga dianggarkan sebesar Rp 362 juta, pengembangan padi tahan air seluas 25 hektare sebesar Rp 120 juta, dan pembebasan pajak PBB sebesar Rp 313,7 juta untuk 10.756 obyek pajak.

“Semua kami lakukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan, disamping mengatasi bencana banjirnya, dari sisi sosial ekonomi juga kita perhatikan,” tegas bupati. (thd/zal)