33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Anggaran Terbatas, Pengadaan Buku Perpusda Jateng Kurang Maksimal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGDi tengah suasana hening ruang baca Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Jawa Tengah, Raditya, 20, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di kota Semarang, tampak bersungut-sungut. Ia tampak galau, ketika usahanya untuk mendapatkan buku sebagai bahan referensi penelitiannya, tidak ada di Perpusda yang berlokasi di Jalan Sriwijaya itu.

 Nggak ada mas, kata petugasnya tadi, belum punya buku yang saya maksud. Padahal, penting sekali tambahan bahan penelitian,” ungkap Raditya yang saat itu datang bersama dua temannya.

Kondisi serupa juga dialami Neny Ratnaningsih. Ia tengah mencari buku untuk bahan referensi tugas akhir kuliahnya. Neny terpaksa gigit jari, karena buku referensi yang hendak dipinjamnya,tidak dimiliki Perpusda. “Terpaksa cari yang (isinya) mirip, karena tidak ada di sini,” tutur mahasiswi asal Pati itu.

Tidak up to datenya buku bacaan di Perpusda, Plt Kepala Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Lestari Handayani. Untuk mendapatkan buku terbaru yang diinginkan pengunjung perpustakaan, pihaknya baru bisa memenuhinya setahun kemudian,menunggu anggaran pengadaan tahun berikutnya.

“Ini yang menjadi kendala kami, karena harus melalui anggaran dan lelang. Kami tidak bisa membeli dengan cepat buku yang dicari pengunjung,” ungkap Sri Lestari.

Sri menambahkan, terbatasnya anggaran pengadaan pembelian buku baru, juga membuat pihaknya tidak bisa menyajikan buku-buku dengan maksimalPada 2018 ini, misalnya, Perpusda mendapat anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Jumlah sebesar itu tidak mencukupi untuk membeli buku-buku yang diharapkan.

“Kami dibatasi untuk setiap pembelian satu buku maksimal Rp 45 ribu. Padahal, kita tahu buku-buku bagus, harganya sudah di atas seratus ribu rupiah, kata  Sri LestariPembatasan juga membuat pihak rekanan pengadaan kesulitan memperoleh buku yang diinginkan. Kondisi ini memaksa Perpusda  melakukan pengadaan buku “seadanya”,

“Ya, kalau ada istilah, sing penting ono, ya seperti itu kondisinya. Kuantitas yang penting terpenuhi dengan anggaran sebesar itu, pungkas Sri Lestari. (AE1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kunjungi Bangunan Di Kota Lama

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah mahasiswi jurusan PGSD, UPGRIS berkunjung ke Semarang Contemporary Art Gallery di Kawasan Kota Lama Semarang, Selasa (3/4). Kunjungan tersebut dalam rangka...

Kesetrum Arus Listrik, Slamet Masih Selamat

SALATIGA – Nasib nahas dialami Slamet, 30 warga Magelang. Ia tersengat arus listrik dan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, Sabtu (18/11). Beruntung, seperti...

Belum Punya Tabel Denda

SEMARANG- Rencana pemberlakuan e-tilang CCTV di Kota Semarang mulai 25 September mendatang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sebab, sejauh ini dinilai masih banyak celah...

Indrawati Shock, Terancam Diamputasi Salah Satu Kakinya

RADARSEMARANG.COM - Ibu dan anak korban kecelakaan dramatis yang melibatkan truk tronton dan tiga sepeda motor di pertigaan Hanoman, Selasa (30/1), lalu masih dirawat...

Kritik Perbedaan Perlakuan Pasien BPJS

SEMARANG - DPRD Jateng mendukung penuh upaya masyarakat untuk menuntut perbaikan layanan kesehatan. Sebab, diakui atau tidak pelayanan kesehatan sampai sekarang masih menyisakan berbagai...

Jadi Prototipe Program KB, Wujudkan Keluarga Berkualitas

MUNGKID-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mencanangkan program kampung Keluarga Berencana (KB) untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Kegiatan pencanangan kampung KB ini berlangsung akhir pekan...