Tebar 5000 Benih Ikan di Sungai Elo

308
TEBAR BENIH : Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo bersama jajarannya menebar benih ikan di Sungai Elo, Rabu (4/7) kemarin. (Humas Polres Magelang for JP Radar Kedu)
TEBAR BENIH : Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo bersama jajarannya menebar benih ikan di Sungai Elo, Rabu (4/7) kemarin. (Humas Polres Magelang for JP Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Untuk meningkatkan populasi ikan di aliran Sungai Elo, Mungkid Kabupaten Magelang yang semakin menurun, Polres Magelang menebar 5.000 benih ikan, Rabu (4/7) kemarin. Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengisi rangkaian Hari Bhayangkara ke-72.

“Kita berusaha untuk menjaga keseimbangan populasi ikan yang ada di Sungai Elo. Juga memberikan kesempatan kepada ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dengan baik di sungai,” kata Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo di sela tebar benih ikan sebanyak 5.000 ekor bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Benih ikan yang ditebarkan antara lain jenis ikan beong, melem, mujair, dan nila.

Hari mengungkapkan, populasi ikan di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Magelang, saat ini mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu populasi ikan yang menurun adalah ikan beong.

“Padahal ikan beong, merupakan salah satu ikon di Kabupaten Magelang. Para wisatawan baik lokal maupun luar kota, bahkan mancanegara, salah satu yang dicari di Magelang adalah olahan makanan ikan beong. Sehingga apabila mereka datang ke Magelang mencari masakan ikan beong dan habis, maka mereka akan kecewa,” papar Hari.

Hari menjelaskan, ikan beong yang menjadi daya tarik wisata kuliner di Kabupaten Magelang harus tetap dilestarikan dan dibudidayakan, baik itu budidaya di perairan yang dari alam (sungai), maupun budidaya di dinas terkait. Hari juga menghimbau kepada masyarakat Magelang, agar tetap melestarikan ikan yang ada di sungai-sungai di Kabupaten Magelang dengan tidak merusak ekosistem sungai sebagai salah satu habitat ikan.

“Terkait dengan adanya pencarian ikan dengan cara-cara ilegal seperti menggunakan bom ikan, setrum, maupun obat-obat kimia berupa potasium, maka akan kami tindak tegas karena hal tersebut dilarang oleh pemerintah,” tegas Hari. (had/lis)