Tebar 5000 Benih Ikan di Sungai Elo

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Untuk meningkatkan populasi ikan di aliran Sungai Elo, Mungkid Kabupaten Magelang yang semakin menurun, Polres Magelang menebar 5.000 benih ikan, Rabu (4/7) kemarin. Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengisi rangkaian Hari Bhayangkara ke-72.

“Kita berusaha untuk menjaga keseimbangan populasi ikan yang ada di Sungai Elo. Juga memberikan kesempatan kepada ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dengan baik di sungai,” kata Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo di sela tebar benih ikan sebanyak 5.000 ekor bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Benih ikan yang ditebarkan antara lain jenis ikan beong, melem, mujair, dan nila.

Hari mengungkapkan, populasi ikan di sungai-sungai yang ada di Kabupaten Magelang, saat ini mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu populasi ikan yang menurun adalah ikan beong.

“Padahal ikan beong, merupakan salah satu ikon di Kabupaten Magelang. Para wisatawan baik lokal maupun luar kota, bahkan mancanegara, salah satu yang dicari di Magelang adalah olahan makanan ikan beong. Sehingga apabila mereka datang ke Magelang mencari masakan ikan beong dan habis, maka mereka akan kecewa,” papar Hari.

Hari menjelaskan, ikan beong yang menjadi daya tarik wisata kuliner di Kabupaten Magelang harus tetap dilestarikan dan dibudidayakan, baik itu budidaya di perairan yang dari alam (sungai), maupun budidaya di dinas terkait. Hari juga menghimbau kepada masyarakat Magelang, agar tetap melestarikan ikan yang ada di sungai-sungai di Kabupaten Magelang dengan tidak merusak ekosistem sungai sebagai salah satu habitat ikan.

“Terkait dengan adanya pencarian ikan dengan cara-cara ilegal seperti menggunakan bom ikan, setrum, maupun obat-obat kimia berupa potasium, maka akan kami tindak tegas karena hal tersebut dilarang oleh pemerintah,” tegas Hari. (had/lis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -