Pengawasan Penumpang Kapal Diperketat

255
PEMERIKSAAN: Antisipasi laka laut, petugas dishub memeriksa seluruh tiket penumpang kapal KMP Kalibodri tujuan Kendal-Kumai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMERIKSAAN: Antisipasi laka laut, petugas dishub memeriksa seluruh tiket penumpang kapal KMP Kalibodri tujuan Kendal-Kumai, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Dinas Perhubungan (Kendal) Kendal melakukan pemeriksaan secara ketat kepada penumpang kapal KMP Kalibodri tujuan Kendal-Kumai (Kalimantan Tengah). Tujuannya agar tidak ada penumpang gelap ataupun penumpang melebihi kapasitas.

Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi  adanya kejadian kapal tenggelam akibat kelebihan kapasitas seperti yang terjadi di Kapal KM Lestari Maju di perairan Selayar, Makassar. Petugas tidak mau kecolongan dengan penumpang yang tidak memiliki tiket.

Pantauan koran ini, satu persatu penumpang dicek oleh petugas berikut dengan tiket dan KTP untuk menyamakan dengan nama pada tiket. “Tidak hanya penumpang saja, mobil angkutan yang diangkut KMP Kalibodri juga diperiksa muatannya agar tidak membahayakan pelayaran,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat.

Dikatakan, untuk pemberangkatan KMP Kalibodri kali ini jumlah penumpang yang diangkut masih dibawah toleransi kapal. Jumlah penumpang sebanyak 490 orang sedangkan alat keselamatan yang tersedia  mencapai 600 buah. “Jumlah penumpang ini sudah sesuai dengan kapasitas kapal sehiingga tidak membahayakan perjalanan,” jelasnya.

Dikatakan pengawasan ketat dilakukan petugas agar tidak ada penumpang gelap atau tidak terdaftar yang masuk ke dalam kapal. Seluruh penumpang dicocokan dengan identitas dan petugas melakukan pemeriksaan jumlah tiket dengan penumpang yang naik di KMP Kalibodri.

Sementara itu salah satu penumpang mengatakan, lebih nyaman jika penumpang yang diangkut sesuai dengan kapasitas. “Kalau terlalu penuh tidak nyaman, khan perjalanannya lama jika tidak nyaman tidak enak didalam kapal,” kata Muawaroh.

KMP Kalibodri sendri menjadi angkutan laut alternatif pekerja asal Jawa Tengah yang mengadu nasib di Kalimantan. Harga tiket yang lebih murah dibandingkan dengan kapal lain membuat warga lebih memilih kmp kalibodri sebagai angkutan.

Diperkirakan jumlah penumpang akan kembali meningkat pada akhir pekan ini bersamaan dengan berakhirnya masa libur sekolah. Namun demikian petugas tetap akan membatasi jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas KMP Kalibodri. (bud/bas)