JKK Return To Work Selamatkan Pekerja

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Akhir 2016 lalu, menjadi kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Suprapto,34, warga Sayung, Demak. Pria satu itu kehilangan salah satu lengannya, akibat mengalami kecelakaan kerja. Ketika itu, ia tengah memperbaiki mesin di tempatnya bekerja. Nahas terjadi saat Suprapto memasukan tangannya. Mesin tiba-tiba menyalahingga lengannya masuk ke dalam mesin.

“Waktu itu saya pingsan. Tahu-tahu saya sudah berada di rumah sakit,” kenang Suprapto. Vonis dokter yang mengamputasi lengannya, membuat Suprapto down. “Takut di-PHK, bagaimana nasib istri dan anak saya, Mas,”ucapnya.

Beruntung, perusahaan tempat Suprapto bekerja, mengikutsertakannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Salah satu manfaatnya, memberikan tambahan kebermanfaatan berupa Return To Work (RTW). Berkat program tersebut, membuatlulusan SMK di Demak itu, bisa diterima bekerja di perusahaan.

Saya tidak menyangka, selain saya dirawat dan direhabilitasi penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan,juga saya dibantu bisa kembali diterima bekerja di pabrik,” kata Suprapto, dengan mata berbinar.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Helmi Setiani, menyampaikan,  peristiwa yang menimpa Suprapto merupakan contoh pekerja yang mengalami cacat tetap sebagian karena kecelakaan kerja. Suprapto bisa kembali bekerja, karena perusahaannya mengikuti program Return to Work (RTW).

Pekerja yang ikut dalam program tersebut akan didampingi BPJS Ketenagakerjaan pascakecelakaan  hingga peserta mampu kembali bekerja. “Kita akan rawat hingga sembuh. Kita rehabilitasi dengan pelatihan sesuai kemampuansampai kita bantu diterima kembali bekerja.”

Dikatakan, sejak diluncurkan pada Juli 2015sedikitnya sudah 133 orang pekerja yang merasakan manfaat JKK-RTWdengan biaya terbesar yang pernah dikeluarkan untuk satu orang mencapai lebih dari Rp 500 juta.

“Jadi, cacat fisik, apalagi akibat kecelakaan kerja,bukan akhir dari segalanya. Program JKJ-RTW BPJS Ketenagakerjaan, membuat kesempatan kembali bekerja itu terbuka luas, ucap perempuan yang akrab disapa Helmi tersebut.  (AE1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -