Genjot Perluasan Cakupan JKN-KIS

179

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Juliansyah optimistis dapat mencapai target cakupan kepesertaan program tersebut meski tinggal beberapa bulan saja. Saat ini di Kabupaten Klaten dari 1,3 Juta penduduk sudah 83 persen merupakan peserta JKN-KIS. Ini capaian bagus bagi Klaten karena sekitar Rp 1 juta pendudukan sudah masuk dalam program jaminan kesehatan.

“Kami yakin dengan waktu tersisa ini bisa menuntasakan untuk kepesertaannya,” jelas Juliansyah, sesuai memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Klaten, Kamis (5/7).

Ia mengatakan, berbagai upaya akan dilakukannya dalam memperluas cakupan kepesertaan program JKN-KIS di Kabupaten Klaten. Salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan Pemkab Klaten melalui sejumlah instansinya. Baik dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3AKB) Klaten.

Ia menilai, masyarakat yang belum ikut dalam kepesertaan program JKN-KIS didominasi mereka yang kurang mampu. Maka itu dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak agar masyarakat didorong bisa mendaftarkan diri. Mengingat program JKN-KIS bersifat wajib dan bermanfaat sehingga seluruh masyarakat harus ikut serta.

“Dalam waktu dekat ini kita akan membuat surat edaran berupa instruksi kepada bupati agar dapat ikut serta memperluas kepesertaan JKN-KIS. Saat ini sedang dalam proses karena kami yakin setelah instruksi itu keluar cakupan kepesertaan bisa diselesaikan,” jelasnya.

Cakupan kepesertaan JKN-KIS yang mencapai 83 persen menempatkan kabupaten bersinar berada di posisi lima di Jawa Tengah. Menurutnya, capaian tersebut sebagai prestasi sendiri dengan jumlah penduduknya 1,3 Juta. (sct)

(rs/ren/fer/JPR)