Diah Sunarsasi Gugat Yuliyanto

Internal Partai Gerindra Memanas

360

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Polemik ditubuh Partai Gerindra Kota Salatiga terus memanas. Pencopotan Diah Sunarsasi, selaku ketua DPC Gerindra dan posisinya di wakil ketua DPRD Salatiga berunjung ke ranah hukum.

Diah Sunarsasi menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan perdata ke PN Salatiga untuk mempertahankan martabat dan kedudukannya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga periode 2014 – 2019 sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga masa jabatan 2014 – 2019.

Yang digugat adalah Yuliyanto, ketua DPC Gerindra yang juga wali kota Salatiga sebagai tergugat pertama dan Woro Endartiningrum, anggota dewan yang menggantikan posisinya sebagai wakil ketua DPRD sebagai tergugat kedua.

Sebelum itu dilayangkan, Diah dan kuasa hukumnya juga telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa kepengurusan di Mahkamah Partai DPP Partai Gerindra dengan termohon Yuliyanto selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga.

“Dalam pengajuan penyelesaian tersebut, pokok dan intinya menguji sah dan tidaknya kepengurusan Yuliyanto selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga. Kami menduga semua proses yang dilalui dalam proses penggantian Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga adalah inkonstitusional yang melanggar AD-ART maupun peraturan lain Partai Gerindra,” kata Muhammad Sofyan, kuasa hukum Diah Sunarsasi, saat konferensi pers, Rabu (4/7).

Dia menjelaskan, jalur hukum yang ditempuh kliennya tak sebatas pada Mahkamah Partai DPP Partai Gerindra. Diah Sunarsi juga mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Salatiga. Namun hingga waktu yang dibutuhkan ternyata tidak juga ada tindak lanjut berkait pelaporan tersebut.

Adapun landasan gugatan di PN adalah perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Yuliyanto dan Riawan Woro Endartingingrum selaku kader Partai Gerindra yang dinilai telah merampas hak dan kedudukan Diah Sunarsasi sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga periode 2014 – 2019 sekaligus sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga periode
2014 – 2019 yang belum berakhir masa jabatannya.

Gugatan perdata di PN Salatiga sebagaimana teregister dalam perkara No.36/Pdt.G/2018/PN.Slt tanggal 29 Juni 2018 adalah upaya hukum final dan terakhir meskipun materi gugatan adalah perbuatan melawan hukum. Dalam gugatan perdata ini, pihak tergugatnya adalah Yuliyanto (tergugat I) dan Riawan Woro Endartiningrum (tergugat II). Selain itu juga ada gugatan kerugian total sebesar Rp 25.89 miliar yang berupa kerugian materiil dan immateriil.

Diah Sunarsasi menambahkan, dirinya menempuh upaya hukum hanya untuk mencari kebenaran. Dia menilai proses penggantian Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga periode 2014 – 2019 menyalahi aturan. Yuliyanto tidak sah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga. “Saya hanya ingin tahu penyebab saya diganti dan apa salah saya ke DPP namun sampai sekarang tidak ada jawaban. Atas dasar itu, saya menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto saat dihubungi wartawan menyatakan, pihaknya siap menghadapi gugatan yang diajukan Diah Sunarsasi. “Kami akan hadapi gugatan. Dan kami sudah siapkan pengacara untuk menghadapi gugatan tersebut,” tandasnya. (sas/bas)