Bupati Apresiasi Pengelolaan BPDAPM  

176
APRESIASI : Bupati dan Wakil Bupati Batang bertemu dengan puluhan anggota BPDAPM  saat menggelar halalbihalal di Kebun Teh Pagilaran Batang, Rabu (4/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
APRESIASI : Bupati dan Wakil Bupati Batang bertemu dengan puluhan anggota BPDAPM  saat menggelar halalbihalal di Kebun Teh Pagilaran Batang, Rabu (4/7). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Selain lembaga keuangan umum yang banyak memberikan layanan kepada masyarakat, ternyata ada sejenis lembaga lain, yaitu lembaga keuangan Badan Pengelolaan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (BPDAPM). Meski kurang mendapat perhatian pemerintah namun memiliki modal keuangan mencapai Rp 50 miliar. Dengan prestasi ini, lembaga ini bisa menjadi percontohan lembaga konvesional lain.

“Ada 100 lembaga keuangan di Kabupaten Batang yang sudah dibekukan karena bermasalah. 99 persen lembaga keuangan bermasalah karena pengelolanya tidak amanah. Berbeda dengan pengelola BPDAPM yang memiliki komitmen nyata membantu masyarakat, sehingga lembaga keuangannya bisa berkembang dan jadi percontohan,” kata Bupati Batang Wihaji saat memberikan pengarahan dalan halalbihalal BPDAPM di gedung pertemuan PT Pagilaran, Rabu ( 4/7).

Untuk itu bupati mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih kepada BPDAPM yang menurutnya lembaga keuangan yang nyata, bisa membantu melayani simpan pinjam masyarakat. Bahkan lembaga tersebut juga berkontribusi besar membantu ekonomi masyarakat bawah. Karena hampir di daerah lain lembaga keuangan tersebut sudah tidak lagi eksis karena bermasalah.

“Lembaga keuangan kalau tidak dikelola oleh orang yang amanah pasti akan bermasalah dan bisa dipastikan uangnya akan hilang, tapi beda dengan BPDAPM Batang yang kekayannya melebihi BUMD. Oleh karena itu prestasi  ini harus  dipertahankan dan terus ditingkatkan,” harap Wihaji yang hadir bersama Wakil Bupati Suyono.

Ketua Asosiasi BPDAPM Kabupaten Batang, Supari mengatakan, lembaga keuangan yang mereka kelola, memang untuk membantu masyarakat. Bahkan menjadi soko guru ekonomi masyarakat Kabupaten Batang, walaupun masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan kurang mendapat perhatian.

“Lembaga kami memiliki kekayaan sebanyak Rp 50 miliar lebih, yang masing – masing mengelola di 13 Unit Pengelola Keuangan (UPK) kecamatan sebesar Rp 4 miliar,” jelas Supari yang juga sebagai Dewan Penasehat Sang Pamong.(han/zal)