Bukan Mahasiswi ‘Kupu-Kupu’

987
Dinda Saraswati (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dinda Saraswati (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – AKTIF berorganisasi ‘wajib’ bagi Dinda Saraswati. Bagi mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus) ini, berorganisasi bisa menambah jejaring dan menjadi bekal memasuki dunia kerja.

“Sejumlah organisasi saya ikuti, dua di antaranya Hore Heroes dan 1000 Startup Digital. Ternyata memiliki banyak jejaring menambah banyak pengalaman,” ungkap mahasiswi S-1 Ilmu Komunikasi (Ilkom) Udinus ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/7)

Dinda mengaku, sebelumnya ia menjadi mahasiswi yang tak ingin berorganisasi, dan hanya datang ke kampus untuk kuliah saja. Namun melihat teman sebaya dan kakak tingkat yang sibuk dengan organisasi, menggugah hatinya untuk terjun berorganisasi.

“Dulu saya mahasiswi ‘kupu-kupu’ atau kuliah pulang-kuliah pulang. Lambat laun saya menyadari sebagai mahasiswa Ilkom harus berkomunikasi dan berorganisasi sebagai alat latihan agar berani tampil di depan umum,” ungkap dara kelahiran Semarang, 18 September 1997 ini.

Sejumlah prestasi didapatkan antara lain pada 2017 lalu, Dinda terpilih menjadi runner up Miss Internet 2017, dan pada 2018 mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2018 mewakili Udinus.

Dinda berpesan kepada para mahasiswa untuk menggunakan masa perkuliahan sebaik mungkin. Tak hanya fokus terhadap akademik semata, namun juga untuk berorganisasi. Melalui organisasi, kata dia, peluang mendapatkan pekerjaan di era di mana sulit mencari pekerjaan akan terbantu dengan banyaknya jejaring dari organisasi. “Masa-masa perkuliahan itu singkat. Manfaatkan secara baik dan benar supaya bermanfaat untuk masa depan dan mampu bersosialisasi,”pesannya. (tsa/aro)

Silakan beri komentar.