Ajak Warga Bertanam Toga

224
BERGUNA : Dosen UM Magelang dan Untidar meninjau toga warga Growong dalam PKM Pemanfaatan Pekarangan Rumah sebagai Tanaman Obat Keluarga. (IST)
BERGUNA : Dosen UM Magelang dan Untidar meninjau toga warga Growong dalam PKM Pemanfaatan Pekarangan Rumah sebagai Tanaman Obat Keluarga. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Banyak rumah warga  di Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang memiliki pekarangan luas namun belum dimanfaatkan.

Melihat potensi tersebut, dua dosen UM Magelang dan satu  dosen Untidar mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kelompok Dasa Wisma Kecamatan Tempuran  Kabupaten  Magelang yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM)  Dikti tahun 2018.

Ketiga dosen terebut adalah Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep (dosen Fikes UMMagelang),  Friztina  Anisa, SE, MBA (dosen FE UMMagelang) dan  Siti Nurul Iftitah, ST,MP (dosen Faperta Untidar).

Robiul Fitri atau akrab disapa Fitri mengungkapkan, meskipun tampaknya simpel, kegiatan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi warga Desa Growong. Hal itu diakui ketua dawis setempat, Samiyah.

Program kemitraan ini, kata Fitri, untuk mengoptimalkan toga di Dusun Growong dan Gondang melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan pada seluruh aspek. Mulai dari cara pemanfaatan pekarangan, pengolahan toga serta diversifikasi toga.

“Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain kesepakatan dengan kelompok dasa wisma dan perangkat desa serta pelatihan budidaya toga,“ ujar Fitri sembari menambahkan juga kegiatan pengolahan toga  sebagai wedang jahe dan kunyit yang bekerja sama dengan Program Iptek bagi Desa Mitra (IbDM).

Rabu (4/7) kemarin, di Balai Desa Growong, tim melakukan penguatan kelembagaan dengan menghadirkan pemateri Gunawan  SP (koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Tempuran) yang membahas budidaya tanaman obat. Selain itu menghadirkan  Rasidi, MPd (akademisi UMMagelang)  sebagai motivator.

Dalam  kegiatan itu, Gunawan mengevaluasi toga yang sudah ditanam. Adapun Rasidi memberikan motivasi kepada warga agar toga dimanfatkan secara maksimal sebagai awal untuk penghasilan tambahan.

“Mulai sekarang kami ajak anggota dasa wisma untuk berpikir kreatif dalam menanfaatkan toga yang bisa digunakan sebagai suvenir pernikahan atau oleh-oleh. Tinggal tergantung dari kemasan dan sajiannya,” ujar Rasidi.

Ia kemudian  mencontohkan beberapa produk  dari toga yang memiliki nilai jual tinggi bila dikemas secara unik dan apik. Pada kesempatan tersebut, tim memberikan reward kepada ibu-ibu yang toganya paling subur disamping juga memberikan penghargaan bagi dawis yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias. (*/vie/lis)