Tiket MXGP untuk Pelajar dan Mahasiswa Diskon 50 Persen

259
SIRKUIT MXGP : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memantau pembangunan sirkuti MXGP di kawasan BSB, Mijen, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN HUMAS PEMKOT SEMARANG)
SIRKUIT MXGP : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memantau pembangunan sirkuti MXGP di kawasan BSB, Mijen, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN HUMAS PEMKOT SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jelang pelaksanaan MXGP Seri ke-13 Kota Semarang pada 6-8 Juli 2018, sejumlah tiket MXGP di beberapa jalur layanan pembelian ludes diburu masyarakat.  Salah satunya terlihat dalam laman pembelian tiket MXGP Kota Semarang pada website tiket.com, yang tertulis untuk tiket ‘One Day Tribune 8 Juli’ telah habis dibeli.

Namun Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan jika tiket MXGP masih banyak tersedia untuk masyarakat yang ingin menonton. Hendi — sapaan akrabnya—menegaskan, jika tiket MXGP yang tersedia tak terbatas pada satu kelas dan satu tempat pembelian saja.

Selain tiket ‘One Day Tribune 8 Juli’ (tiket untuk satu hari tanggal 8 Juli 2018 di kelas Tribune), MXGP Seri ke-13 Kota Semarang juga menyediakan berbagai pilihan tiket dengan harga yang beragam. Penonton dapat memilih beberapa jenis tiket sesuai keinginan, mulai dari tiket harian festival (Rp 150.000,), tiket terusan festival (Rp 250.000,), tiket terusan festival dengan akses ke Paddock (Rp 750.000), tiket harian tribune (Rp 300.000), tiket terusan tribune dengan akses ke Paddock (Rp 800.000), serta tiket terusan VIP dengan akses ke Paddock (Rp 3.500.000).

Selain membuka pembelian tiket melalui tiket.com, MXGP Seri ke-13 Kota Semarang juga dapat dibeli secara offline pada konter Sriwijaya Air di Peterongan Plaza Kota Semarang. Tak hanya itu, pada hari pelaksanaan pun akan disediakan sejumlah tiket box untuk melayani pembelian on the spot. Menariknya khusus tiket on the spot, bagi penonton berstatus pelajar dan mahasiswa akan diberikan potongan harga sebesar 50 persen.

Hendi menjelaskan, potongan harga tersebut  diberikan untuk memenuhi besarnya animo masyarakat untuk menonton perlombaan balap motocross internasional tersebut, terutama pelajar dan mahasiswa.

“Saya rasa ini menjadi kebijakan yang tepat, terutama dalam menjangkau semua kalangan yang sangat antusias melihat langsung pembalap-pembalap dunia ini berkompetisi,” jelasnya.

Meskipun begitu, wali kota menjamin bahwa besarnya perhatian masyarakat kepada MXGP tak membuat penyelenggara lalu mengabaikan standar kenyamanan penonton.

“Semuanya sudah dihitung supaya nanti di lokasi tidak terjadi over capacity, apalagi dengan arena sirkuit seluas 24 hektare yang dimiliki oleh Kota Semarang ini mampu menampung 100 ribu penonton setiap harinya,” jamin Hendi. (*/zal)