Sistem Zonasi Akan Dievaluasi

700
ANTRE: Suasana penerimaan siswa baru di SMPN 2 Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE: Suasana penerimaan siswa baru di SMPN 2 Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru turut membuat para orang tua siswa ketar-ketir. Sebab, sistem tersebut penerimaan siswanya lebih didominasi oleh mereka yang domisilinya berdekatan dengan lingkungan sekolah yang dipilih.

Kondisi ini menyebabkan, siswa yang berprestasi bisa terkalahkan dengan siswa sekitar yang kemampuannya lebih rendah. Siswa lingkungan sekitar sekolah terkatrol dengan tambahan nilai yang jumlahnya signifikan.

Yaitu, nilai 10 atau 100. Sedangkan, siswa diluar zonasi hanya dengan tambahan nilai 7,5 atau 75. “Terus terang sistem zonasi membuat orang tua gelisah. Sebab, nilai tinggi tidak serta merta menjadi jaminan. Sebab, masih ada nilai tambahan untuk zonasi tersebut,” kata Arodotul, warga Wonosalam.

Sementara itu, pantauan koran ini, kemarin para ortu antre mendaftarkan anak mereka dibeberapa sekolah negeri, seperti di SMPN 2 Demak dan SMPN lainnya di Kota Demak.

Menanggapai sistem zonasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Demak, Anjar Gunadi mengatakan, sistem zonasi memang baru dicoba tahun ini. Karena itu, kelebihan dan kekurangannya akan dievaluasi pada saatnya nanti. “Akan ada evaluasi setelah PPDB ini selesai,” katanya.

Menurut Anjar, sistem zonasi memiliki kelebihan, yaitu mendekatkan siswa ke sekolah, pemerataan mutu karena siswa berperstasi dan pintar tersebar disemua sekolah. Kemudian, menghilangkan kastanisasi. “Untuk kekurangannya, adalah dimungkinkan ada sekolah yang kekurangan peserta didik. Karena itu, diperlukan perhatian khusus atau kerjasama untuk sekolah diperbatasan,” katanya. (hib/bas)

Silakan beri komentar.