MENDAFTAR : Ratusan siswa sedang mengantre dalam proses pendaftaran PPDB di SMAN 3 Kota Magelang, Selasa (3/7) kemarin. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
MENDAFTAR : Ratusan siswa sedang mengantre dalam proses pendaftaran PPDB di SMAN 3 Kota Magelang, Selasa (3/7) kemarin. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA yang memasuki hari ketiga, Selasa (3/7) kemarin membuat cemas orangtua calon siswa yang mendaftarkan di sekolah pilihannya. Meskipun dalam sistem PPDB tahun ini dipermudah dengan adanya empat pilihan, namun orangtua calon siswa tetap cemas.

Salah satunya Widodo, 45, warga asal Malangan Magelang Tengah Kota Magelang mendaftarkan putrinya, Ninda Mirna Setiyani di SMAN 3 Kota Magelang. Widodo menuturkan, dirinya merasa cemas karena persaingan saat ini cukup ketat, efek dari zonasi dalam PPDB. Widodo mengaku, anaknya ngotot ingin masuk dan diterima di SMAN 3 Kota Magelang karena dekat dengan rumahnya.

“Sebenarnya, pilihannya ada dua yaitu SMAN 3 dan SMAN 4. Peluang lebih besar sebenarnya di SMAN 4 karena zona Magelang Tengah sesuai lokasi rumah, tapi karena jarak rumah lebih dekat ke SMAN 3 dan anak juga ingin masuk di SMAN 3, saya dukung. Terlebih anak saya juga lulusan dari SMPN 2 dan nilainya cukup bagus, yaitu 30,” jelas Widodo.

Widodo mengaku, meski merasa cemas diterima tidaknya putrinya di SMAN 3, dirinya menilai bahwa PPDB tahun ini sudah bagus karena ada sistem zonasi. Sistem zonasi ini, menurut Widodo, membuat persaingan lebih komplek dan ketat. “Imbasnya adalah anak yang mau masuk ke sekolah pilihan berpacu untuk mau belajar lebih giat sejak di SMP,” jelas Widodo.

Sementara orangtua lainnya, Rumiyati sekaligus Kabid Penegakan Perundang-undangan dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Magelang, yang mendaftarkan anaknya di SMAN 3, menuturkan hal yang sama. Rumiyati mengaku sangat cemas dengan sistem zonasi yang membuat persaingan cukup ketat. Rumiyati mengaku, mendaftarkan anaknya di tiga sekolah yaitu SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 5. “Keinginan anak maunya sekolah di SMAN 3. Ya saya turuti. Semoga bisa diterima disini,” jelas Rumiyati.

Kepala SMAN 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto, menuturkan, PPDB di hari ketiga, pihaknya telah menerima pendaftaran siswa sebanyak 254 siswa yang terdiri dari MIPA 195 anak dan IPS 95 anak dari kuota yang disediakan 256 siswa.

Pihaknya optimistis bisa memenuhi kuota siswa yang disediakan dan bisa menyeleksi sesuai kualitas siswa yang diinginkan sekolah. Joko menuturkan, persaingan dalam PPDB kali ini lebih terasa dengan pengaturan zonasi yang lebih luas. SMAN 3 menurut Joko, dalam zonasi Magelang Utara, Magelang Tengah, Magelag Selatan, Tegalrejo dan Candimulyo memungkinkan sekolah dalam memilah dan menyeleksi siswa.

Terkait dengan adanya calon siswa yang melampirkan SKTM, Joko mengaku tidak khawatir. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan tim verifikator faktual dan siswa yang bersangkutan juga mengisi lembar surat pernyataan untuk diteliti keabsahannya. “Untuk tahun sebelumnya, kami menerima siswa dengan melampirkan SKTM sekitar 40 persen atau 112 siswa, dan semuanya sesuai dengan lampiran SKTM-nya karena kami cek langsung,” tutur Joko.

Dari data jurnal pendidikan PPDB, tercatat SMAN 3 ada 159 anak mendaftar di MIPA, dan 95 IPS. Tercatat ada anak kategori berprestasi sebanyak 58 anak, siswa miskin 50 anak, dari luar zona sebanyak 25 dan dari anak guru disekolah pilihan sebanyak 4 anak. Joko menuturkan, dalam PPDB, pihaknya menyediakan 13 komputer yang digunakan untuk pendaftaran online sebnyak 6 unit dan 7 unit untuk verifikasi berkas pendaftaran.

Sementara, Kepala SMAN 2 Kota Magelang, Agung Mahmudi, menuturkan, hingga hari ketiga PPDB kuota yang disediakan hampir memenuhi kuota yaitu sekitar 98 persen. Tercatat, menurut Agung, 176 anak terdaftar di MIPA dan 92 anak di IPS. Untuk kuota sendiri menurut Agung, 288 siswa dengan rincian MIPA 180 siswa dan IPS 108 siswa.

Dari data jurnal pendidikan PPDB, tercatat SMAN 2 ada 176 anak mendaftar di MIPA, dan 92 IPS. Tercatat ada anak kategori berprestasi sebanyak 35 anak, siswa miskin 60 anak, dari luar zona sebanyak 25 dan dari anak guru disekolah pilihan sebanyak 1 anak. (had/lis)