SIAP DIBUI: Wilaiam Boonyiam alias WB saat gelar perkara di kantor Bea Cukai Tanjung Emas, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP DIBUI: Wilaiam Boonyiam alias WB saat gelar perkara di kantor Bea Cukai Tanjung Emas, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kurir narkoba asal Nathorn Thailand diamankan petugas Bea Cukai Tanjung Emas di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (1/7). Tersangka bernama Wilaiam Boonyiam alias WB, 22, yang berprofesi sebagai penyanyi. Dari tangannya disita barang bukti 1,149 kg sabu.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil, menjelaskannya, perempuan yang memiliki tato di lengan tangan kanan dan leher ini diamankan petugas usai turun dari pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI-104 rute Singapura – Semarang.

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mendapati tersangka bertingkah laku mencurigakan di Terminal Kedatangan Bandara Ahmad Yani. Setelah melewati pemeriksaan x-ray, petugas langsung melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan WB.

“Awalnya petugas melihat tingkah laku perempuan tersebut yang mencurigakan, seperti gelisah, bolak-balik naik turun di tempat kedatangan, sambil menelepon seseorang. Kemudian oleh petugas, perempuan ini dibawa ke ruangan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya saat ekspose barang bukti dan tersangka di kanto Bea Cukai Tanjung Emas, Selasa (3/7).

Dari hasil pemeriksaan mendalam, petugas menemukan bungkusan plastik berisi serbuk putih yang diduga methampetamin alias sabu di dalam tas punggung perempuan tersebut. Pihaknya mengakui, tas tersebut sempat lolos dari sensor x-ray. “Tas milik tersangka didesain di dalamnya ada ruangan tersendiri, ada tambahan bahan warna hitam kemudian dilem dengan bagian dalam tas tersebut. Barangnya diselipkan di situ, sehingga tak terlacak x-ray,” bebernya.

Dari temuan itu, WB dibawa petugas ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Selain itu, untuk memastikan barang tersebut adalah narkotika jenis sabu, dilakukan pengujian awal menggunakan narkotest kit (NIK) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan awal laboratorium. “Hasilnya positif methampetamin atau sabu, total bruto 1.149 gram atau 1,149 kg,” katanya.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan control delivery serta pengembangan. Dari hasil interogasi awal, WB datang ke Semarang dengan dalih berbelanja.

“Dari hasil wawancara (interogasi) WB ini mengaku sebagai penyanyi di negaranya, dan baru kali pertama ke Semarang. Tujuanya shopping. Memang dalam proses pemeriksaan ini, petugas mengalami kendala bahasa. Karena WB tidak dapat berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris,” ujarnya.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menjelaskan, tersangka datang ke Semarang atas perintah temannya. Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut nantinya akan diserahkan ke seseorang yang ada di Semarang. Namun demikian, Agus masih enggan membeberkan nama yang dimaksud dengan alasan masih dalam penyelidikan dan pendalaman.

“Tersangka ini kurir yang langsung diperintahkan seseorang membawa barang untuk ke Semarang, dan sudah ada seseorang yang akan menerima barang tersebut,” tegasnya.

Agus menjelaskan, tersangka WB rencananya akan menginap di sebuah hotel di Semarang untuk menyerahkan sabu tersebut. Ia menyebutkan, tersangka WB rencananya akan menerima upah sebesar Rp 21 juta setelah berhasil menyerahkan sabu tersebut.”Upah untuk sekali pengiriman ke Semarang sebesar 1.500 USD atau sekitar Rp 21 juta. Tersangka ini juga sudah mendapat tiket pesawat untuk pulang dan kamar hotel. Ini jaringan internasional,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan terdiri atas satu bungkus sabu, satu tas ransel merek Swiss Hear warna hitam, satu handphone merek Oppo warna putih, satu paspor, satu identitas warga negara Thailand, satu SIM Thailand, semua atas nama Wilaiwam Boonyiam, serta uang tunai 500 USD.

Agus mengakui, penangkapan terhadap perempuan sebagai kurir narkoba bukan merupakan yang kali pertama. Sebelumnya, pihaknya pernah meringkus perempuan dengan kasus yang sama.

“Para bandar selalu memanfaatkan wanita untuk dijadikan kurir, seperti beberapa waktu lalu seorang wanita juga yang menjadi kurir, dari Malaysia ” ujarnya.

Kabid P2 Kanwil DJBC Jateng dan DI Jogjakarta, Gatot, menambahkan, akan terus melakukan pengawasan terhadap penumpang dan barang bawaan setiap penumpang pesawat yang turun. Pihaknya juga mengakui memiliki pemantauan dan pengamatan khusus terhadap kedatangan penumpang dari negara-negara yang dicurigai sebagai penyelundup narkotika.

“Penerbangan dari Kuala Lumpur dan Singapura yang kami amati. Kebetulan sebelum tersangka tiba di Semarang, kami sudah punya datanya. Sehingga kami menganalisa, memang dari beberapa penumpang ini kami pelototi, mulai dari tingkah lakunya sampai barang bawaan dari bagasi. Nah, ini diketahui ada yang mencurigakan,” katanya. (mha/aro)