33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Pemilik Genset Bisa Kena Pidana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Banyak pemilik genset yang kurang mengetahui bahwa kepemilikan genset harus dilengkapi dengan Izin Operasi (IO) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi tenaga operator yang menjalankan mesin genset.

Padahal, aturan main kepemilikan  generator set (genset), sudah diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan yang menyebutkan bahwa semua instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib mengantongi SLO.

Ironisnya, banyak pemilik genset di wilayah Jawa Tengah yang belum melaporkan atau mengajukan izin operasi ke instansi terkait. “Baru ada sekitar 1.400 izin operasi yang kita keluarkan. Ini jumlahnya sangat sedikit dibanding jumlah pemilik genset di seluruh wilayah Jawa Tengah,” ungkap Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng, Teguh Dwi Paryono, saat membuka kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Operator PLTD untuk Aparat Pemprov Jateng, di Semarang, Selasa (3/7).

Sanksi terhadap pemilik genset yang tidak melengkapi IO dan SLO, tidak main-main. Yakni, kurungan badan dan denda miliaran rupiah. “Ya kalau sanksi yang diatur dalam Undang-Undang, kurungan penjara minimal 5 tahun dan denda sedikitnya Rp 500 juta,” kata Teguh Dwi Paryono.

Teguh mengingatkan pemilik genset untuk segera melengkapi izin operasi mesin gensetnya, utamanya yang berkapasitas di atas 25 KVA. Yakni, dengan mengajukan izin ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

Selain persoalan IO,  banyak juga pemilik genset yang terkesan asal-asalan menempatkan tenaga operator gensetnya. Padahal, tenaga operator juga wajib mengantongi SLO yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Ikatan Ahli Teknik Kelistrikan Indonesia (IATKI).

”Sebenarnya, banyak keuntungan yang diperoleh pemilik genset maupun tenaga operatornya yang sudah memiliki sertifikasi ini,” kata Manajer LSK/IATKI Jawa Tengah, Slamet Eko Ariyanto.

Salah satu keuntungan yang diperoleh pemilik genset maupun tenaga operator adalah terpenuhinya aspek legalitas serta aspek keselamatan ketenagalistrikan (K2). “Dengan keuntungan ini, rasanya tidak ada alasan bagi pemilik genset untuk tidak melengkapinya dengan IO dan SLO,” pungkas pria yang akrab dipanggil Slamet ini. (ae1/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Honda Gelar Safety Riding Contest

SEMARANG - Main Dealer Astra Motor Jateng bersama Dealer Honda Cendana Cepiring kembali menanamkan virus aman berkendara kepada masyarakat, kali ini melalui kegiatan Safety...

Miliki Bekal, SDN 2 Pegulon Optimistis

SEMARANG- Kerap menjuarai berbagai ajang lomba tingkat kabupaten  dan provinsi, SD Negeri 2 Pegulon Kendal percaya diri mengikuti semua kategori dalam  kompetisi sekolah antar...

Angkat Batik Semarangan Agar Tak Tertinggal

SEMARANG – Keberadaan Batik Semarangan hingga kini terbilang stagnan. Konsumen batik lebih mengenal Batik Lasem, Solo, Pekalongan dan Jogjakarta. Meski sebetulnya Batik Semarangan memiliki...

Peradi Surati Ganjar Pranowo

SEMARANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang layangkan surat aduan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, terkait banyaknya jalan rusak...

Zaenudin Kembangkan Batik Tiga Negeri Wonopringgo

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Ketika menyebutkan batik tiga negeri, tidak semua orang tahu dan mengenal jenis batik ini. Karena batik ini merupakan salah satu masterpiece...

Berkomitmen Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa

RADARSEMARANG.COM - Drs H. Fathan Subchi, anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini, tidak pernah berhenti berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bagi warga...