Mirna Tagih Janji Pengusaha Tambang

Perbaiki Jalan Rusak

231

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Bupati Kendal Mirna Annisa menagih janji kepada para pengusaha tambang galian C di Kendal untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibilty (CSR) untuk kemajuan kendal. Terutama perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat dilalui dump truk pengangkut tambang hasil galian C.

Bupati menyampaikan jika untuk jalan rusak akibat dilalui dump truk, pemerintah bersama pengusaha tambang di Kendal sudah melakukan kesepakatan bersama. Dimana pengusaha tambang harus memperbaiki dan membangun jalan yang sudah rusak.

“Saya hanya mengingatkan saja, barang kali mereka lupa. Ya perinsipnya sama-sama untunglah, penambang kerja cari untung, tapi masyarakat sekitar juga tidak dirugikan karena jalannya rusak,” katanya saat halal bihalal dengan pengusaha penambang se-Kendal, kemarin (3/7).

Mirna mengamati sejumlah jalan yang rusak akibat penambangan galian masih nampak dibeberapa titik penambangan di Kendal, seperti kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Pegandon dan Pageruyung.

“Kami sudah sampaikan berkali-kali, perbaikan jalan rusak bisa diambilkan melalui dana CSR perusahaan tambang. Mereka juga sudah saya ingatkan untuk membantu memperbaiki jalan rusak tersebut,” akunya.

Selain itu, Mirna mengaku jika Pemkab Kendal tidak pernah mempersulit proses perizinan tambang. Sepanjang dokumen kelengkapan yang dibutuhkan ada  serta tidak melanggar peraturan dan menenuhi kriteria yang ada. “Jika mereka mengajukan izin tambang dan memenuhi aturan, tentu perizinan akan diberikan,” tambahnya.

Sekretaris Paguyuban Penambang Kendal, Slamet Sujaryanto, menyatakan, selama ini proses perizinan tambang di Kendal cukup mudah. Perizinan ada di Dinas Lingkungan Hidup Kendal dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng.

Ia mengatakan, terkait perbaikan jalan pihaknya selama ini sudah berkontibusi untuk memperbaiki jalan. Begitupun untuk penghijauan lahan, jika pihak penambang sudah memberikan uang jaminan reklamasi. Uang jaminan ini mengantisipasi jika ada pengusaha yang nakal atau lari dari tanggung jawab untuk menghijaukan lahan. “Uang reklamasi ini nantinya bisa digunakan untuk penghijauan lahan tersebut,” imbuhnya.

Jumlah lahan tambang di Kendal sebanyak 33 orang. Lahan yang bisa ditambang antara lain Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Limbangan, Pageruyung, dan Pegandon.  Pihaknya juga mengingatkan pemilik tambang maupun sopir untuk selalu menutup bak truk menggunakan terpal. (bud/bas)