D3 Farmasi UM Magelang Gelar Workshop Farmasi

222
WORKSHOP FARMASI : Suasana workshop Teknik Aseptik pada Pencampuran Sediaan Steril yang digelar Prodi D3 Farmasi Fikes UM Magelang, Selasa (3/7). (DOK HUMAS  UM MAGELANG)
WORKSHOP FARMASI : Suasana workshop Teknik Aseptik pada Pencampuran Sediaan Steril yang digelar Prodi D3 Farmasi Fikes UM Magelang, Selasa (3/7). (DOK HUMAS  UM MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Prodi D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang mengadakan workshop selama dua hari yakni Selasa dan Rabu (3-4/7) di Aula Fikes Kampus 2 UM Magelang. Ni Made Ayu Nila, M.Sc. Apt, ketua panitia kegiatan yang juga dosen Farmasi Fikes UM Magelang mengatakan, pada hari pertama, topik yang dibahas yakni Teknik Aseptik pada Pencampuran Sediaan Steril dengan menghadirkan dua pembicara. Keduanya adalah Sekretaris Prodi Magister Farmasi Klinik UGM, Dr Vita Rahmawati SpFRS Apt serta akademisi UM Magelang Widarika Hapsari MSc Apt. Pada hari kedua, topik workshop adalah Pelayanan Kefarmasian secara Elektronik dalam Konsep dan Aplikatif dengan dua pembicara yakni Koordinator Bidang IT di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY MT Ghozali MSc Apt dan akademisi UM Magelang Herma Fanani Agusta MSc.

Ayu menambahkan, workshop diikuti oleh 50 peserta. “Peserta internal berasal dari mahasiswa D3 Farmasi semester 5. Adapun peserta eksternal berasal dari tenaga kefarmasian dan apoteker dari RS, pengurus dan anggota Persatuan Apoteker dan Farmasis Indonesia (PAFI) serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI),” kata Ayu.

Ketua Prodi D3 Farmasi Fikes UM Magelang Heni Lutfiyati MSc Apt yang menjadi moderator pada acara tersebut mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori tetapi juga mempraktikkan, antara lain tentang handling sitostatika. “Salah satu orientasi kepada pasien yakni meningkatkan kualitas pelayanan melalui alat-alat yang dipakai untuk pengobatan, di antaranya sitostatika atau pengobatan kanker di mana pencampuran obat suntik dan penanganan sitostatika haruslah dilakukan oleh apoteker instalasi farmasi rumah sakit. Di samping itu juga tentang informatika farmasi dengan fokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan informasi serta pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk penggunaan analisis dan penyebaran dalam pengiriman obat yang optimal terkait pengobatan dan kesembuhan pasien,” tegas Ayu. (vie/sct/ton)