Zonasi Tak Berlaku di SLB Negeri

691
SEPI: Pendaftaran peserta didik baru di SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang Selatan. (DINA RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Pendaftaran peserta didik baru di SD Negeri Lamper Kidul 02 Semarang Selatan. (DINA RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – PELAKSANAAN PPDB Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang berbeda dari PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019. PPDB SLB tidak dilakukan secara online karena pendaftaran di SLB diperlukan konsultasi antara orangtua siswa dengan guru untuk mengetahui kondisi calon siswa.

”Karena siswa kami tidak seperti siswa pada umumnya, calon siswa  yang akan menempuh pendidikan di SLB Negeri Semarang merupakan siswa berkebutuhan khusus. Karena itu, proses pendaftaran online tidak diterapkan di sini,” jelas Kepala Sekolah SLBN Semarang, Imam Wusono, Senin (2/7).

Dikatakan, di SLBN Semarang memiliki empat kategori, yakni klasifikasi Ketunaan A untuk netra dan wicara,  B untuk tuna rungu, C untuk cacat mental (down syndrom) dan D untuk tuna daksa. ”Setelah calon peserta didik lolos dalam sesi wawancara, nantinya akan diklasifikasikan ke dalam kategori ketunaan yang ada,” paparnya.

Mengenai zonasi untuk siswa SLB Negeri, pihak sekolah tidak mempermasalahkan dari kecamatan atau rayon mana siswa berasal. Yang terpenting, siswa masih berdomisili di Kota Semarang.

Untuk PPDB di SD  Negeri, penerapan sistem zonasi dinilai sangat membantu dalam penerimaan siswa baru. Seperti yang dikemukakan Dwi Apri Kristianti, Kepala Sekolah SD Negeri Pleburan 01 Semarang. Dikatakan, sistem zonasi dan kuota yang diterapkan pemerintah sangat efektif dibanding sistem tahun kemarin.

“Siswa yang mendaftar di SD Pleburan 01 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu di sini hanya menerima 17 calon peserta didik sampai akhir pendaftaran. Sehingga siswa yang ditolak dari sekolah lain, kami terima, karena SD Pleburan 01 juga membutuhkan. Kuota tahun sebelumnya 40 sekarang menjadi 48. Jadi, ada peningkatan yang signifikan dari tahun kemarin,” kata Apri.

Apri menjelaskan, zona I untuk PPDB SD Pleburan 01 meliputi Kelurahan Tegalsari, Pleburan, Peterongan, Candi dan Wonodri. Kelurahan lainnya di Kota Semarang di luar zona I masuk zona II. Untuk penentuan nilai akhir peringkat (NAP)  calon peserta didik yang diterima menggunakan rumus 7NU+NZ, yakni 7 kali usia calon peserta didik ditambah nilai zona. Untuk zona I 50 dan  zona II 40. Dicontohkan, jika anak usia 7 tahun dan bertempat tinggal di zona I, maka nilai akhirnya 49+50=99.

Dikatakan, pada awal pembukaan pendaftaraan online hingga sore kemarin, SD Pleburan 01 sudah 20 siswa mendaftar  pilihan satu, dan 42 yang mendaftar pilihan dua.

Apri mengungkapkan, bagi calon peserta didik yang belum bisa mendaftarkan secara online, pihak sekolah menyediakan pelayanan khusus untuk memudahkan wali murid mendaftarkan calon peserta didik. “Selain untuk memudahkan calon peserta didik mendaftarkan secara online,  kami juga siap membantu mendaftarkan siswa kelas IV yang sudah lulus ke jenjang SMP secara online,” ujarnya.

Apri berharap bahwa sistem zonasi serta kuota 48 yang diterapkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar, karena  dinilai lebih efisien dan penerimaan siswa lebih merata. (sga/mg10/mg11/aro)