Tarif AKAP Dorong Inflasi

415

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jawa Tengah mengalami inflasi hingga 0,70 persen pada bulan Juni. Inflasi dipicu oleh kenaikan harga selama musim mudik Lebaran. Salah satunya tarif angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) yang memiliki andil cukup besar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Margo Yuwono mengakui inflasi pada bulan Juni cukup tinggi. Inflasi, ujarnya, merupakan perkembangan harga secara umum bila dibanding bulan sebelumnya. “Pada Mei lalu Jawa Tengah mengalami deflasi, sehingga begitu ada kenaikan harga di bulan Juni maka inflasi akan tinggi,” ujarnya, Senin (2/7).

Sedangkan dari sisi pemicu, diakuinya, ada pola-pola khusus peningkatan permintaan di momen hari raya, termasuk Idul Fitri. Meningkatnya permintaan ini memicu kenaikan harga. Kontribusi terbesar ada pada tarif angkutan kota. Dengan andil sebesar 0,12 persen dari inflasi 0,70 persen.

“Bila dipilah lagi lebih dalam, penyebabnya karena angkutankota antarprovinsi, karena harga-harga dikendalikan oleh mekanisme pasar. Sedangkan yang dikelola pemerintah antarkota dalam provinsi. Sehingga begitu permintaan akan angkutan antarkota antarprovinsi meningkat, maka harga jadi naik,” jelasnya.

Pemicu berikutnya adalah kenaikan harga daging ayam ras yang menyumbang hingga 0,10 persen dari total inflasi 0,70 persen. Menurutnya, hal ini menjadi poin penting karena sudah terdapat pola bahwa jelang hari raya selalu terjadi kenaikan harga daging ayam ras. “Pola-pola yang ada ini seharusnya bisa menjadi bahan untuk antisipasi oleh pemerintah. Kalau sudah mengetahui ada permintaan tinggi di hari raya, untuk menekan kenaikan harga maka suplai bisa ditambah,” sarannya.

Ia menambahkan, beberapa komoditas juga mengalami penurunan harga. Komoditas-komoditas yang menahan laju inflasi pada bulan Juni tersebut di antaranya telur ayam ras, beras, cabai merah, batu bata dan nangka muda. (dna/ton)