PKL Alun-alun Minta Solusi Tempat Berjualan

335
AUDIENSI: PKL yang biasa berjualan di kompleks alun-alun Wonosobo bertemu Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo. (IST)
AUDIENSI: PKL yang biasa berjualan di kompleks alun-alun Wonosobo bertemu Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO Para pelaku usaha kuliner Wonosobo khususnya para pedagang komplek alun-alun menemui anggota DPRD Senin, (2/7) siang. Kedatangan para pedagang kaki lima (PKL) ini untuk meminta solusi agar mereka tetap bisa berjualan setelah alun-alun ditutup, untuk direvitalisasi. Perwakilan pedagang tersebut mengaku resah dan kebingungan harus berjualan di mana setelah alun-alun yang mereka biasa gunakan untuk berjualan ditutup.

“Para pedagang sekarang terpecahbelah setelah tidak ada kejelasan bagi kami untuk berdagang di mana. Sementara pemerintah belum menyediakan tempat untuk kami berdagang,” kata Eko, salah satu pedagang kaki lima(PKL).

Mereka meminta anggota DPRD selaku wakil rakyat agar bisa memberikan solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Lanjut Eko, pemerintah hanya memberi sosialisasi melalui banner dan spanduk yang terpasang untuk segera merelokasi area alun-alun tanpa melakukan komunikasi dengan para pedagang setempat.

“Meskipun tidak ada perda maupun perbub yang mengatur tentang penataan PKL alun-alun, kami berharap ada kejelasaan tentang para pedagang yang terdampak. Karena kami telah berada di sana selama sepuluh tahun lebih, ujar Eko.

Edi Supriyanto dan Murkamtoro Prasetyo dari Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo yang menerima kedatangan pedagang ini berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan memberikan solusi terbaik.

 Para pedagang kuliner yang berada di sekitar alun-alun merasa kebingungan setelah alun-alun ditutup. Walaupun mereka sadar bahwa di komplek alun-alun itu tidak boleh untuk berjualan. Perbup dan perdanya tidak ada. Namun mereka tetap berharap pada pemerintah untuk memberikan solusi tempat untuk bisa berjualan,” Edi Supriyanto. (cr1/lis)