Pendaftar Manasik Haji Tinggi

Di KBIH Babussalam

250
MANASIK : Para Calhaj 2019 saat antre registrasi di KBIH Babussalam di Komplek Kampus STAINU Temanggung dalam manasik perdana, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
MANASIK : Para Calhaj 2019 saat antre registrasi di KBIH Babussalam di Komplek Kampus STAINU Temanggung dalam manasik perdana, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Animo calon jamaah haji (calhaj) tahun 2019 M/1440 H untuk mengikuti manasik haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam Temanggung tergolong tinggi. “Saat ini, calhaj 2019 Kabupaten Temanggung yang telah mendaftar ke KBIH Babussalam sudah ada 1.118 dari total keseluruhan 1.800 jamaah,” ucap Sekretaris KBIH Babussalam Temanggung, H Rochmadi di kantor KBIH Babussalam Komplek Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Senin (2/7).

Rochmadi merinci, peserta manasik haji dibagi menjadi tiga daerah kerja (daker). Yakni Daker I meliputi Pringsurat, Kranggan, Kaloran, Kandangan, Temanggung, Tembarak, Selopampang, Tlogomulyo. Daker II meliputi Parakan, Kledung, Bansari, Kedu dan Bulu. Adapun Daker III meliputi Ngadirejo, Jumo, Candiroto, Wonoboyo, Tretep, Bejen dan Gemawang. “Daker I kuota 648 jamaah, yang telah daftar 348 atau 54 persen. Daker II kuota 700 jamaah, data masuk 450 jamaah atau 64 persen dan Daker III  dengan kuota 417 jamaah, yang telah daftar 320 jamaah atau 76 persen,” terangnya.

KBIH Babussalam Temanggung kini telah memiliki gedung manasik terpadu satu komplek, dengan fasilitas gedung perkantoran dan pertemuan yang representatif, tempat praktik, halaman parkir luas dan lokasinya strategis. Ketua KBIH Babussalam Temanggung KH Yusuf Tajuddin Nur menuturkan, untuk manasik perdana calhaj 2019 telah dimulai pada 30 Juni dan 1 Juli. Pihaknya menyiapkan 64 pembimbing dan 6 pembimbing pendamping ke tanah suci. “Dalam membimbing manasik haji, perlu persiapan yang matang, perlu waktu panjang juga,” ucapnya. (san/ton)