Hafal Alquran, Bebas Uang Pangkal di Unnes

150

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan kuota bagi calon mahasiswa yang hafal Alquran atau kitab dari agama lainnya. Calon mahasiswa tersebut tidak akan dikenakan biaya pendaftaran dan uang pangkal.

Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, mengatakan, jika pihak kampus memberikan hak bagi semua calon mahasiswa yang mendaftar seleksi mandiri yang dibuka sejak 10 Mei sampai 8 Juli mendatang, terutama bagi yang berprestasi dalam bidang agama. Misalnya, penghafal Alquran dan kitab agama lainnya.

“Bagi kami prestasi menjadi penghafal Alquran bukanlah prestasi yang mudah. Bagi kami itu setara dengan prestasi nasional karena cara menghafal Alquran sarat dengan muatan akademis pula,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/7).

Seleksi mandiri sendiri memiliki kuota sebesar 30 persen dari seluruh jumlah mahasiswa yang diterima. Khusus jalur masuk seleksi mandiri berdasarkan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017, mengizinkan perguruan tinggi negeri memberlakukan uang pangkal bagi peserta yang lolos Seleksi Mandiri (SM).

“Uang pangkal minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 15 juta, ini sesuai dengan aturan yang ada. Namun semua  gratis bagi mereka penghafal Alquran dan kitab agama lainnya,” tegasnya.

Beasiswa bagi penghafal Alquran sendiri, lanjut Hendi, sudah berjalan tiga tahun  terakhir. Tahun lalu, dalam seleksi mandiri ada sekitar 10 mahasiswa yang diterima karena menghafal Alquran. Pihaknya menegaskan, tak ada pembatasan kuota khsusus bagi pendaftar mahasiswa jalur penghafal Alquran.

“Kami akan menerima berapapun, selama lolos dalam seleksi. Syaratnya minimal mampu menghafal 27 juz Alquran yang akan ditest oleh yang berkompeten, begitu juga kitab agama lainnya,” ujarnya.

Staf Ahli  Rektor Bidang Akademik  Unnes, Eko Handoyo, menegaskan, jika kebijakan tersebut adalah program dari universitas dengan proyeksi sebagai wakil Unnes untuk kejuaraan MTQ nasional dan internasional. “Mereka bisa mewakili kampus dalam ajang bersifat keagamaan tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Kuota 30 persen untuk seleksi mandiri, lanjut Eko diberikan kuota umum sebanyak 2.250 mahasiswa baru atau 30 persen dari kuota Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 7.190 mahasiswa.

“Kami menargetkan akan ada 16 ribu pendaftar seleksi mandiri, tahun lalu mencapai 15.500 pendaftar. Saat ini, baru 3.000-an pendaftar, akan ramai setelah pengumuman SBMPTN pada 3 Juli besok (hari ini),” tuturnya. (den/aro)