33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Banyak UMKM Belum Terdaftar

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang belum mendaftarkan diri ke sistem pendataan pemerintah. Tidak terdatanya pelaku UMKM ini membuat pemerintah kesulitan dalam membantu mengembangkan usaha mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati mengatakan, dari ribuan UMKM yang ada di Semarang, masih ada yang belum mendaftarkan diri karena memang sistemnya dilakukan dengan suka rela. Padahal, dengan mendaftarkan diri, pelaku UMKM bisa mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Kota Semarang, seperti pelatihan sesuai bidang usaha hingga penyaluran bantuan modal dari sejumlah pihak.  “Sebenarnya, gunanya izin adalah untuk mendapatkan data-data mereka, sehingga pemerintah bisa melakukan mapping dan membantu sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Litani.

“Sayangnya, hampir sama seperti pemerintah mewajibkan untuk memiliki KTP, ada saja yang nggak mau ngurus. Atau baru ngurus ketika ia membutuhkan,” tandasnya.

Litani mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah all out mendorong kemajuan UMKM yang ada di Semarang. Pendataan ini, merupakan salah satu cara pemerintah, untuk memberdayakan UMKM.

“Kami berharap geliat ekonomi bertumbuh dari mereka. Karena perekonomian stabil diantaranya juga dari mereka. Karena ini yang menyeimbangkan. Ekonomi kita berputar diantaranya juga karena peran merka-mereka. Makanya kita memberikan sentuhan,”  ujarnya.

Litani menambahkan, sebenarnya tidak sulit untuk mendaftarkan diri. Sebab, pemerintah telah meiliki kebijakan I-Jus Melon atau Izin Usaha Mikro melalui Online. “Diharapkan semua memberitahukan keberadaannya melalui aplikasi, sehingga semua datanya tercatat,” ajaknya.

Sebagai pelaku UMKM di Semarang Rina Sunarya sangat mengapresiasi dorongan pemkot dalam memajukan UMKM di Semarang. Salah satu yang dirasakan olehnya adalah sering diadakannya ekspo bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya. ”Saat Hari Jadi Kota Semarang, Dinas Koperasi mengadakan acara dan memberi kesempatan kepada kami untuk memperkenalkan produk,” ujar Rina yang menjalani usaha membuat boneka hand made ini.

Sayangnya, Rina menjadi satu dari beberapa pelaku UMKM yang belum mengetahui keberadaan kebijakan I-Jus Melon pemerintah. “Saya belum tahu. Tapi kalau izin, saya sudah melakukan , melalui RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan prosesnya cepat,” ujarnya. (sga/zal)

Berita sebelumyaSKTM Wajib Diverifikasi
Berita berikutnyaJumlah Pedagang Membengkak

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kaum Santri Harus Percaya Diri Jadi Pemimpin

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kaum santri harus percaya diri menjadi seorang pemimpin dan harus siap memimpin negeri ini. Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PKB HA Muhaimin...

LDII Kota Semarang Kurban 243 Ekor Sapi

SEMARANG- Sunnah Nabi Ibrahim berupa ibadah kurban benar-benar diwujudkan anggota LDII Kota Semarang,. Menurut Ketua LDII Kota Semarang, Suhindoyo, kurban tahun ini, pihaknya menyembelih 243...

Selalu Berpikir Positif

SELALU tampil cerdas dan penuh percaya diri menjadi modal Devina Astin Almira dalam menjalani profesinya sebagai seorang marketing. Selain itu, gadis kelahiran Semarang, 8...

Upaya Tim Klaster Jadikan Bukit Sikunci sebagai Destinasi Wisata

Tim klaster pariwisata berbasis Desa Wisata Kabupaten Wonosobo, menggelar pelatihan keterampilan. Pesertanya, 20 perempuan Desa Pulosaren. Upaya ini ditempuh untuk mendorong perempuan setempat agar...

Intensifkan Berlatih untuk Membangun Chemistry

Lima penari dari Komunitas Bawika Art Enthusiast  akan mewakili Kota Semarang dalam serangkaian acara Indonesia Fest yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di...

Semarang Automotive Club (SAC), Klub Otomotif Tertua di Kota Semarang

Membentuk komunitas, sebenarnya bukan hal yang mudah. Apalagi bisa tetap eksis dalam jangka waktu yang lama di dunia otomotif. Hal itu dirasakan, pimpinan komunitas...