RINGKSEK : Sepeda motor korban rusak parah setelah tertabrak kereta api. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RINGKSEK : Sepeda motor korban rusak parah setelah tertabrak kereta api. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sore itu, waktu menunjukkan pukul 15.30. Seperti biasa, Nur Iskandar berangkat ke tempat kerja mengendarai sepeda motor kesayangannya, Honda CBR warna merah, dengan nopol H 3782 AND.

Dengan mengenakan celana biru tua dan baju putih dengan nama terang  yang tertempel atas saku sebelah kanan, ia melaju dengan kecepatan sedang. Nur Iskandar merupakan seorang security di perusahaan swasta yang ada di Semarang. Ketika berangkat dari rumahnya yang beralamat di Tanggulsari RT 2 RW 5, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Nur Iskandar selalu melewati perlintasan rel Mangkang-Jerakah KM 10+8 Tugu. Kondisinya memang tidak berpalang pintu.

Namun, Minggu (1/7) sore kemarin, Nur Iskandar kurang berhati-hati saat ingin melintasi jalur Mangkang-Jerakah KM 10+8. “Awas ada kereta…awas..” teriak sejumlah warga. Namun teriakan warga sekitar tak didengarnya. Brakkk…. Dia tertabrak KA barang dengan nomor lambung 7023 yang melintas dari barat ke timur (Kendal ke Semarang). Saking kerasnya hantaman, tubuh korban dan sepeda motor yang kendarainya juga terpental kurang lebih 15 meter. Nur Iskandar meninggal di lokasi, karena luka parah di bagian kepala dan kaki kirinya. Sementara motornya ringsek.

“Dari keterangan saksi-saksi di lapangan sebenarnya juga sudah diteriaki warga kalau ada kereta yang akan melintas,” ungkap Kapolsek Tugu Kompol Davis B.

Setelah dilakukan identifikasi oleh Unit Inafis Polrestabes Semarang, jasad korban langsung dibawa ke RSUP dr Kariadi. “Korban diduga tidak hati – hati sehingga tidak menyadari adanya Kereta Api barang yang melintas,” pungkasnya. (mha/zal)