Kelurahan Harus Selektif Keluarkan SKTM

107

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta semua kelurahan di Kota Magelang untuk lebih selektif mengeluarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Pasalnya, saat ini sudah dimulai pembukaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK yang mana SKTM dimanfaatkan oleh para orangtua calon siswa untuk dipergunakan dalam proses pendaftaran.

“Kelurahan harus selektif. Menerbitkan seperti itu, SKTM. Doa itu, kira-kira surat tidak mampu diijabah betul tidak punya, gimana,” kata Wali Kota Sigit Widyonindito, Minggu (1/7) di Lapangan Rindam IV/Diponegoro di sela-sela acara olahraga bersama Polri, TNI dan masyarakat.

Pihaknya tidak bisa berkomentar banyak dikarenakan regulasi tersebut yang membuat dari provinsi. Namun demikian, Sigit meminta agar rasa keadilan harus tetap dijunjung tinggi seperti waktu pemkot mengelola SMA/SMK di Kota Magelang. Sigit juga meminta agar kelurahan mengawasi penerbitan SKTM tersebut

Kasubag TU Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jawa Tengah, Prihestu Hartomo, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa PPDB tingkat SMA/SMK sudah dimulai kemarin hingga Jumat (6/7) mendatang melalui web Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Prihestu membenarkan untuk PPDB setiap sekolah diberikan porsi siswa tidak mampu dengan menyertakan SKTM.

“Porsinya sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah calon siswa baru. Harapan kami, calon siswa harus benar-benar menyertakan keterangan yang sebenar-benarnya,” tegas Prihestu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kota Magelang, Sucahyo Wibowo, menuturkan, ketentuan sekolah dalam menerima siswa tidak mampu dengan porsi sekurang-kurangnya 20 persen dari calon jumlah siswa baru. Jika dalam zonasi yang ditentukan dan memang banyak siswa tidak mampu yang akhirnya memenuhi syarat diterima calon siswa dari sekolah yang dituju, sekolah bisa menerima siswa yang bersangkutan.

“Namanya juga sekurang-kurangnya 20 persen, jika ternyata ada 30 persen-50 persen calon siswa menyertakan SKTM dan benar-benar memenuhi syarat PPDB, sekolah bisa menerimanya,” jelas Kepala SMAN 1 Kota Magelang tersebut.

Kepala SMAN 3 Kota Magelang, Joko Tri Haryanto, menuturkan, dalam PPDB tahun ini, pihaknya berharap permasalahan dalam sistem rayonisasi tidak terjadi dalam sistem zonasi yang diberlakukan sekarang. Pasalnya, menurut Joko, pada PPDB sebelumnya, pihaknya sempat mengalami kekurangan murid meski pada detik-detik terakhir akhirnya terpenuhi.

“Harapan kami, tahun ini tidak ada permasalahan apapun. Dalam PPDB tahun ini, kami menerima calon siswa sebanyak 256 anak dengan program MIPA 160 siswa untuk 5 rombel, dan program IPS 96 siswa untuk 3 rombel,” papar Joko.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMAN 2 Kota Magelang, Agung Mahmudi. Pihaknya berharap masalah kekurangan siswa di tahun sebelumnya tidak terjadi kembali pada sistem zonasi. “Untuk tahun ini kami menerima 288 siswa dengan kelas IPA 180 siswa untuk 5 rombel dan IPS 108 siswa dengan 3 rombel,” tukas Agung. (had/lis)

Silakan beri komentar.