Ingin Terus Berinovasi

441
Novitasari Tribuana Tungga Dewi (DOKUMEN PRIBADI)
Novitasari Tribuana Tungga Dewi (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – INOVASI demi inovasi telah dilakukan Novitasari Tribuana Tungga Dewi, utamanya di bidang gizi. Dengan inovasi yang diciptakan, dara kelahiran 10 November 1995 ini ingin hidupnnya dapat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Terakhir, gadis penyuka bakso ini berinovasi dengan membuat yoghurt dari sari ampas tahu. Inovasi ini diajarkan kepada ibu-ibu di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang untuk menciptakan lapangan usaha.

”Memanfaatkan ampas tahu yang biasanya tidak berguna di sana. Juga untuk memberdayakan masyarakat. Yang ini saya lakukan bersama teman-teman di Desa Kenteng, Bandungan,” ujar penyuka lagu Can’t help falling in love dari Elvis Presley ini.

Sebelumnya, Dewi –sapaan akrabnya- juga sempat membuat jenis diet baru, yakni Hi-Lite (Healthy Weight-Lower Appetite). Diet ini, ia katakan, telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan berat badan secara sehat karena disertai kenaikan massa otot dan penurunan massa lemak dalam 4 minggu.

”Pernah juga membuat mi tinggi kalsium, namun bebas gluten. Mi ini untuk anak autis karena memang mereka membutuhkan kalsium tinggi,” ujar mahasiswi Ilmu Gizi Universitas Diponegoro (Undip) ini.

”Tapi baru dilakukan intervensi ke hewan yang dibuat autis. Kalau manusia belum. Sudah dapat hak paten sebenarnya,” katanya.

Ia memang selalu berinovasi di bidang gizi. Sebab, ia menyadari pentingnya memperhatikan gizi. Terlebih setelah masuk program studi S1 Ilmu Gizi Undip, dirinya  semakin menyadari pernyataan “You are what you eat”. ”Jadi kalau mau beneran sehat (bukan hanya terlihat tidak sakit) tentunya harus memperhatikan betul persoalan gizi ini. Caranya ya dengan memilih makan makanan dengan gizi yang tepat,” bebernya.

”Siapa yang tahu, walau tampak sehat di luar, tapi metabolisme dalam tubuh kita sebenarnya telah terganggu,” katanya.

Ke depan, perempuan yang hobi baca komik dan berwisata kuliner ini ingin bisa lebih banyak berinovasi lagi. Sebab, menurut pengalaman saat terjun di masyarakat, ia masih menemukan banyak balita dengan permasalahan gizi. Berbagai macam penyakit yang dialami oleh mahasiswa sampai orangtua karena pola makan yang tidak teratur.

”Sehingga, mari bersama-sama berinovasi dan mencerdaskan masyarakat Indonesia akan pengetahuan gizi. Gizikan Indonesia!” ajak perempuan yang bercita-cita menjadi Nutrition Consultant yang punya bisnis katering diet sehat ini.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa ilmu gizi di seluruh Indonesia untuk tidak lelah mendalami ilmu gizi serta terus berinovasi. Karena dengan inovasi-inovasi yang dilakukan di bidang gizi, ia yakin dapat membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik. (sga/aro)