BERBAGI ILMU-pemain teater Sha Ine (kanan) berdiskusi dengan penonton usai mementaskan Monolog Cut Nyak Dhien. (IST)
BERBAGI ILMU-pemain teater Sha Ine (kanan) berdiskusi dengan penonton usai mementaskan Monolog Cut Nyak Dhien. (IST)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Sha Ine Febriyanti mementaskan Monolog Cut Nyak Dhien, di Aula Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (28/6) malam. Artis dan pemain teater asal Kota Semarang itu hadir dalam rangkaian pergelaran nasional di 10 kota, bersama Bakti Budaya Djarum Foundation.

Ine sangat menjiwai peran tokoh pahlawan nasional tersebut. Baik dalam setiap adegan, maupun kalimat yang diucapkannya. Berbalut baju kurung, penampilan Ine diawali dengan berjalan tertatih ke tengah panggung, sambil membawa lentera. “’Kabar duka apa yang akan menghampiri diriku…” ucapnya parau dalam balutan busana kurung.

Set panggung warna hitam, dengan keheningan dan hanya terdengar suara cello, membuat ratusan penonton teater dari mahasiswa UMK larut dalam suasana. Meski hanya berlangsung sekitar 30 menit, penonton menyambut riuh saat pentas Ine berakhir.

“Dari Cut Nyak Dhien, kita belajar tentang keberanian, prinsip, serta perlawanan sekuat-kuatnya dan tak henti,” ungkap Ine saat berdiskusi dengan penonton.

Pentas monolog dan workshop di Kudus didukung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK), serta bekerja sama Kajian Kreativitas Seni Obeng Fakultas Teknik UMK. Setelah pentas di Kudus, berikutnya ke Tasikmalaya, Bandung, Medan, Padang dan berakhir di Padang Panjang. (fiq/ton)