BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Pemkab Demak

233
APRESIASI: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal menyerahkan cinderamata kepada Kepala Kepala BPKPAD, Suhasbukit, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APRESIASI: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal menyerahkan cinderamata kepada Kepala Kepala BPKPAD, Suhasbukit, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit mengapresiasi langkah Pemkab Demak. Ini terkait dengan keikutsertaan ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Demak yang tercover BPJS ketenagakerjaan.

Apresiasi ini disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal saat bertemu dengan Kepala  Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemkab Demak, Suhasbukit, kemarin.

Dengan kepesertaan BPJS ini, maka sebanyak 2.118 GTT yang bekerja di sekolah tersebut dapat jaminan sosial jika terjadi kecelakaan kerja,  jaminan kematian, jaminan hari tua dan pensiunan. Menurut Yosef Rizal, dari banyaknya kabupaten dan kota yang ditemui, baru Kabupaten Demak yang mengikutkan GTT dalam kepesertaan BPJS ketenagakerjaan. “Pemkab Demak sangat peduli dengan GTT ini. Kita berharap, daerah lain bisa melakukan hal serupa, termasuk Pemprov Jateng,” katanya.

Dengan adanya BPJS itu, kata dia, maka Pemkab Demak telah memberikan perlindungan atau jaminan sosial bagi GTT dan perlu dicontoh daerah lain. “Dimanapun bekerja itu, perlindungan sosial ini memang harus menjadi prioritas. Setelah itu, baru soal pemberian upah atau gaji. Namun, dibanyak tempat, masih banyak kita temui lebih mengutamakan upah daripada perlindungan sosialnya. Kadang, gajinya besar tapi jaminan sosialnya tidak terlindungi. Padahal, risiko kecelakaan bekerja sangat besar,” katanya.

Kepala BPKPAD, Suhasbukit mengatakan, sumber daya manusia (SDM) berupa tenaga kepegawaian, baik aparatur sipil Negara (ASN), honorer dan GTT merupakan aset pemerintah daerah. Dan, aset itu harus dilindungi. “Karena itupula, kita berikan jaminan kesehatan dan kita ikutkan BPJS ketenagakerjaa. Ini supaya kebutuhan mereka terpenuhi. Sebab, bekerja itu hakekatnya  untuk keluarganya juga. Kalau terjadi masalah dalam kerja, keluarga jangan sampai terbebani, termasuk pendidikan anaknya,” kata Suhasbukit.

Menurutnya,  selain GTT, sebelumnya Pemkab Demak juga telah memberikan jaminan sosial kepada tenaga honorer sebanyak 1.607 orang. Kemudian, jaminan sosial kepada 7.234 ASN dan 50 anggota DPRD Demak melalui Taspen. (hib/sct/bas)