BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Pemkab Demak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit mengapresiasi langkah Pemkab Demak. Ini terkait dengan keikutsertaan ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Demak yang tercover BPJS ketenagakerjaan.

Apresiasi ini disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal saat bertemu dengan Kepala  Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemkab Demak, Suhasbukit, kemarin.

Dengan kepesertaan BPJS ini, maka sebanyak 2.118 GTT yang bekerja di sekolah tersebut dapat jaminan sosial jika terjadi kecelakaan kerja,  jaminan kematian, jaminan hari tua dan pensiunan. Menurut Yosef Rizal, dari banyaknya kabupaten dan kota yang ditemui, baru Kabupaten Demak yang mengikutkan GTT dalam kepesertaan BPJS ketenagakerjaan. “Pemkab Demak sangat peduli dengan GTT ini. Kita berharap, daerah lain bisa melakukan hal serupa, termasuk Pemprov Jateng,” katanya.

Dengan adanya BPJS itu, kata dia, maka Pemkab Demak telah memberikan perlindungan atau jaminan sosial bagi GTT dan perlu dicontoh daerah lain. “Dimanapun bekerja itu, perlindungan sosial ini memang harus menjadi prioritas. Setelah itu, baru soal pemberian upah atau gaji. Namun, dibanyak tempat, masih banyak kita temui lebih mengutamakan upah daripada perlindungan sosialnya. Kadang, gajinya besar tapi jaminan sosialnya tidak terlindungi. Padahal, risiko kecelakaan bekerja sangat besar,” katanya.

Kepala BPKPAD, Suhasbukit mengatakan, sumber daya manusia (SDM) berupa tenaga kepegawaian, baik aparatur sipil Negara (ASN), honorer dan GTT merupakan aset pemerintah daerah. Dan, aset itu harus dilindungi. “Karena itupula, kita berikan jaminan kesehatan dan kita ikutkan BPJS ketenagakerjaa. Ini supaya kebutuhan mereka terpenuhi. Sebab, bekerja itu hakekatnya  untuk keluarganya juga. Kalau terjadi masalah dalam kerja, keluarga jangan sampai terbebani, termasuk pendidikan anaknya,” kata Suhasbukit.

Menurutnya,  selain GTT, sebelumnya Pemkab Demak juga telah memberikan jaminan sosial kepada tenaga honorer sebanyak 1.607 orang. Kemudian, jaminan sosial kepada 7.234 ASN dan 50 anggota DPRD Demak melalui Taspen. (hib/sct/bas)

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This