DOKUMEN PRIBADI RADAR SEMARANG
DOKUMEN PRIBADI RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memberikan peringatan kepada para nelayan dan wisatawan di Danau Rawapening. Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan peringatan tersebut mengingat saat ini kondisi cuaca yang didominasi dengan hujan.

“Ini sebenarnya sudah masuk musim kemarau, beberapa waktu lalu sempat panas. Tetapi kembali lagi ada hujan, situasinya hampir sama ketika 2017 yang didominasi hujan sepanjang tahun,” kata Heru, Rabu (27/6).

Seperti diketahui, saat ini masih masuk dalam libur sekolah. Sehingga volume wisatawan di Rawapening dipastikan meningkat. Namun karena kondisi cuaca yang sudah didominasi dengan hujan tersebut peringatan dini kepada wisatawan dikeluarkan supaya lebih berhati-hati.

Dikatakan Heru, peringatan tersebut juga sudah disebarkan ke masing-masing camat di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang. “Selain Rawapening, wilayah lain yang rawan longsor, warganya kita minta juga untuk berhati-hati,” katanya.

Terkait dengan aktivitas perahu motor wisata maupun sampan tradisional di Danau Rawapening, Heru menegaskan, semestinya perlu ada aturan dan larangan baku di sana. Yang salah satunya mewajibkan seluruh penumpang untuk memakai rompi pelampung ketika hendak menuju ke tengah danau.

Disamping itu, perlu juga ada larangan memancing serta beraktivitas di Rawapening ketika cuaca mulai mendung atau mulai turun hujan. “Sejauh ini pelampung hanya sebagai pelengkap saja,” ujarnya.

Kondisi itu menandakan jika kesadaran akan keselamatan masih sangat minim. “Kesadaran memakai rompi pelampung perlu ditingkatkan untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Peringatan yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten tersebut juga sangat beralasan. Pasalnya, tahun sebelumnya apabila ada angin kencang di Rawapening yang terjadi adalah jalur perahu menjadi tertutup enceng gondok dan tanaman ganggang.

Sementara itu di wilayah lain Kabupaten Semarang tercatat beberapa kecamatan dan desa/kelurahan rawan bencana tanah longsor pascaterjadi hujan. Diantaranya, Desa Wirogomo serta Desa Sepakung Banyubiru, Kecamatan Sumowono, dan sebagian wilayah di Kecamatan Ungaran Timur.“Biasanya perubahan cuaca seperti ini, ada potensi terjadi angin kencang. Maka pohon yang rimbun, kalau bisa ditebang atau minimal dilakukan perabasan,” katanya. (ewb/bas)