Warga Barukan Persoalkan Penutupan Irigasi

197

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sejumlah warga RW 01 Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang kembali melayangkan protes ke sejumlah pihak terkait penutupan saluran irigasi di desa setempat akibat proyek yang dilaksanakan tidak jauh dari lokasi. Warga khawatir, penutupan irigasi dengan timbunan tanah ini bisa menyebabkan meluapnya air irigasi saat
musim hujan sehingga mencemari umbul air bersih yang selama ini dimanfaatkan oleh warga.

Protes warga ini ditindaklanjuti dengan pertemuan pada Selasa (26/6) yang dihadiri perwakilan warga Barukan, PT Waskita Karya, Kepala Desa Barukan, Dinas PU PSDA Provinsi Jateng, Dinas PU Kabupaten Semarang, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan Muspika Tengaran.

Selain penutupan irigasi tersier, warga juga meminta kepada PT Waskita Karya selaku penggarap pengerjaan tol untuk menyingkirkan sedimen tanah saluran Senjoyo. Warga juga mendesak kepada Kepala Desa Barukan Muh. Nadir selaku pemilik lahan untuk membongkar bangunan yang diduga menyalahi aturan sepadan sungai

“Prinsipnya warga meminta untuk membongkar penutupan saluran irigasi tersier oleh Kepala Desa sesuai kesepakatan yang sudah dibuat bersama beberapa bulan lalu. Selain itu juga pembongkaran bangunan di sepadan sungai. Kami khawatir jika musim hujan, air irigasi yang letaknya di atas meluap dan meluber mencemari umbul yang selama ini dimanfaatkan oleh warga setempat,” ujar Sawal, 55, salah seorang sesepuh desa setempat kepada wartawan.

Sawal mewakili warga lainnya mendesak kepada Kepala Desa Barukan yang juga pemilik lahan Muh. Nadir  untuk membongkar bangunan dekat sungai. Warga meminta timbunan tanah segera dikeruk dan pemilik lahan  membongkar cor di atas  irigasi tersier.

Setelah melalui dialog yang cukup alot, akhirnya dicapai kesepakatan yang berisi tiga poin. Yaitu PT Waskita Karya bertanggungjawab membersihkan sedimen yang berada di saluran induk Senjoyo dan ditarik ke dalam pondasi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 2 Juli.

Kedua PT Waskita Karya akan menyediakan  dan mengoperasikan alat berat untuk membongkar timbunan tanah di saluran tersier dan melakukan penataan timbunan tanah. Apabila terjadi longsor menjadi tanggungjawan pemilik lahan.

Poin ketiga pemilik lahan Muh, Nadir sanggup untuk membongkar pagar pondasi yang berada di sepadan induk Senjoyo dalam waktu kurang lebih 30 hari setelah selesainya penataan lahan. (sas/bas)