Irjen Pol Condro Kirono
Irjen Pol Condro Kirono

Jika terbukti, itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses

Kapolda Irjen Pol Condro Kirono

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menangkap dua orang yang diduga pelaku penyebar black campaign salah satu pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebuah mobil Avanza hitam yang diduga pelat merah serta laptop dan perangkat SMS blasting.

Informasi yang beredar, salah satu pelaku yang diamankan bernama TNE, warga Klaten yang diduga berperan sebagai operator SMS blasting. Satu pelaku lainya berperan sebagai driver. Keduanya ditangkap petugas Selasa (26/6) malam.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Iya ada kejadian setelah minggu masa tenang,” ungkapnya usai peninjauan di TPS 007 kampung Gunung Brintik, Randusari, Semarang Selatan, Rabu (27/6).

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait beredarnya Short Message Service (SMS) yang intinya mendiskriditkan paslon yakni Pilgub Jateng Ganjar – Yasin.

“Kejadianya kan dari laporan masyarakat masuk SMS, kita kroscek ke Telkom, rupanya Telkom tidak. Kemudian kita lakukan lidik dan kita ketemukan mobil itu di Magelang dan pelakunya,” bebernya.

Condro menyampaikan dua orang yang diamankan bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, dua pelaku masih dimintai keterangan oleh petugas. Namun demikian, Condro enggan membeberkan nama dua orang yang diamankan tersebut.
“Bukan PNS, satu orang dari Delanggu dan satu dari Batang,” katanya.

Sedangkan informasi yang beredar, mobil tersebut merupakan pelat merah dalam artian milik instansi pemerintahan dengan nopol yang depanya adalah H. Menanggapi hal tersebut, Condro hanya menjelaskan masih dalam penyelidikan.”Kendaraan masih kita dalami juga, kok bisa sampai sama dia,” jelasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Panwas dalam pengungkapan kasus ini. Condro menegaskan, dua orang yang diamankan tersebut bakal dijerat Undang-Undang ITE jika terbukti melakukan perbuatan tersebut. “Itu termasuk dalam pelanggaran UU ITE. Ilegal akses,” tegasnya.

Selain pengungkapan kasus tersebut, kepolisian juga mengungkap kasus money politic di daerah Temanggung. Saat ini, temuan kasus inipun juga telah dikoordinasikan dengan Panwas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Tadi malam juga ada di Temanggung, itu money politic juga ditangani oleh Panwas. Tapi itu levelnya pemilihan kepala daerah yang di kabupaten,” pungkasnya. (mha/zal)