GELAR DOKTOR : Rizky Muliani Dwi Ujianti berhasil mendapatkan gelar Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai usai memaparkan disertasinya yang berjudul Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Garang Berbasis Zonasi. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR DOKTOR : Rizky Muliani Dwi Ujianti berhasil mendapatkan gelar Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai usai memaparkan disertasinya yang berjudul Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Garang Berbasis Zonasi. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rizky Muliani Dwi Ujianti berhasil mendapatkan gelar Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai usai memaparkan disertasinya yang berjudul Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Garang Berbasis Zonasi. Rizky menjalani sidang terbuka ujian doktor di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip), Gedung Pascasarjana Undip, Pleburan.

Rizky yang merupakan dosen program studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini menjelaskan, penelitianya tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan hidrologis, menganalisis biodiversitas plankton, status pencemaran dan menyusun strategi pengelolaan DAS Garang berbasis zonasi.

“DAS Garang membentang di tiga kab/kota yakni Kab Semarang, Kendal dan Kota Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pengelolaan perairan sungai dari hulu ke hilir, yang terintegrasi antar berbagai aspek biogeofisik. Apabila salah satu aspek terganggu, maka akan mempengaruhi kestabilan ekosistem perairan sungai,” jelasnya, kemarin.

Rizky menjelaskan, untuk mempermudah perlu dilakukan pengelolaan DAS berbasis zonasi. Keterpaduan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah darat, dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) di wilayah pesisir, mutlak dilakukan.

“Ini supaya tercipta harmonisasi dan sinkronisasi, dalam pengelolaan sungai yang terintegrasi dari wilayah hulu hingga hilir,” imbuhnya.

Penelitiannya  dilakukan  pada  bulan  Januari – Desember 2017.  Lokasi  samplingnya didasarkan  pada  Pergub  Jawa  Tengah  156/2010,  yang membagi  DAS  Garang  menjadi  7  segmen  berdasarkan peruntukannya. Kajian lapang dan laboratorium dilakukan untuk mengevaluasi data kualitas air, indeks pencemaran  air, biodiversitas plankton, dan logam berat (Pb) ikan.

“Hasil penelitian menunjukkan  bahwa debit air dari analisis koefisien regim sungai berada pada kondisi sedang. Indeks keanekaragaman fitoplankton mencapai 0,506–1,443. Sementara, status pencemaran DAS Garang adalah tercemar ringan, dengan  nilai indeks pencemaran 0,91-3,15, tetapi kandungan Pb pada ikan tidak sesuai baku  mutu,” ujarnya.

Sementara, Rektor Upgris Dr Muhdi SH MHum berharap dengan bertambahnya dosen dengan kualifikasi doktor di lingkungan kampus yang dipimpinnya, akan semakin memperkuat kualitas serta kompetensi lulusan. (tsa/zal)