Gudang Terbakar, Hitung Suara Dipindah

194
 JADI ARANG: Petugas damkar melakukan pendinginan di gudang sablon dan enam rumah yang terbakar kemarin (27/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
 JADI ARANG: Petugas damkar melakukan pendinginan di gudang sablon dan enam rumah yang terbakar kemarin (27/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Proses penghitungan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2018 di tempat pemungutan suara (TPS) 07 Pasar Kliwon terpaksa dipindahkan ke kantor kelurahan setempat, Rabu (27/6). Itu karena dalam radius sepuluh meter dari TPS terjadi kebakaran sekitar pukul 13.30.

Satu gudang sablon dan enam rumah di Kampung Gurawan RT 03 RW 07, Kelurahan/ Kecamatan Pasar Kliwon ludes dilalap api. Petugas pemadam kebakaran (damkar) gabungan dari Solo, Sukoharjo, dan Wonogiri, TNI-Polri, serta warga sekitar bergotong royong menjinakkan api.

Lokasi kebakaran di permukiman padat penduduk cukup menyulitkan petugas memadamkan api. Si jago merah baru bisa padam sekitar pukul 14.20 setelah 13 unit mobil damkar tiba di tempat kejadian.

Salah seorang warga setempat Hardian menuturkan, kali pertama api muncul dari bagian tengah pabrik yang biasanya dijadikan tempat produksi sablon. Api cepat menjalar ke bagian ruang penyimpanan barang karena tertiup angin.

“Pas mau nonton penghitungan suara, saya lihat ke arah timur kok ada kepulan asap. Lama-lama asapnya semakin banyak. Linmas dan warga lainnya langsung mengecek lokasi. Sampai gudang, api sudah membesar,” bebernya.

Warga bergotong royong melakukan pemadaman. Sisanya mengeluarkan barang berharga dari dalam rumah karena khawatir api terus membesar.

Pemilik gudang sablon Alizen Al Habsi memperkirakan kerugian materi akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah. Sebab, ratusan gulung kain dan ruang produksi ludes terbakar. Hanya lima gulung kain mori yang bisa diselamatkan dari dalam gudang.

“Saat kejadian tidak ada orang di gudang karena semua libur dalam rangka pilgub. Saya menduga kebakaran ini karena ada korsleting listrik dari dalam ruang produksi. Baru dua bulan gudang itu saya sewa,” jelas warga Kampung Dewutan, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon itu.

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Aditya Mulya Ramdhani mengatakan, pihaknya menggandeng tim identifikasi Polresta Surakarta untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Sementara kita belum tahu penyebab dan kerugian materi akibat kebakaran. Nanti setelah selesai penyelidikan mendalam baru bisa diketahui,” ungkapnya.

Ditambahkan kapolsek, api cepat menjalar karena angin siang kemarin bertiup cukup kencang. Di tambah banyak terdapat barang mudah terbakar di dalam gudang yang merupakan bangunan lawas itu. “Atap pabrik bagian produksi sampai roboh,” kata Aditya.

Dua juga mengamini proses penghitungan suara di TPS 7 terpaksa dipindahkan ke kantor Kelurahan Pasar Kliwon karena dinilai situasi kurang kondusif akibat kebakaran.

“Tadi atas persetujuan KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara, Red), panwascam (panitia pengawas kecamatan, Red), saksi dan kelurahan, akhirnya (penghitungan suara,Red) kita pindahkan ke kantor kelurahan agar tidak menghambat proses pilgub,” pungkasnya. (atn/wa)