Ganjar-Yasin Siap Sambangi Sudirman-Ida

209
RAYAKAN KEMENANGAN: Para relawan memanggul Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen di halaman Panti Marhaen, kemarin. (Bawah) Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto menyampaikan ucapan selamat lewat buket bunga segar warna merah kepada Ganjar-Yasin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAYAKAN KEMENANGAN: Para relawan memanggul Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen di halaman Panti Marhaen, kemarin. (Bawah) Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto menyampaikan ucapan selamat lewat buket bunga segar warna merah kepada Ganjar-Yasin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – HASIL hitung cepat yang menunjukkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (GP-GY) unggul sementara dari Sudirman Said-Ida Fauziyah membuat suasana di kantor DPD PDIP Jateng Gedung Panti Marhaen Jalan Brigjen Katamso No 24 Karang Tempel, Semarang Timur, pecah. Bersama Gus Yasin, Ganjar dipanggul sejumlah relawan wujud ekspresi kegembiraan. Para relawan juga menyanyikan yel-yel untuk kemenangan pasangan nomor urut 1 ini.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Ganjar mengaku posisi unggul sudah diprediksi pasangan dengan ciri khas baju putih ini. Meskipun dalam beberapa survei posisi GP-GY sempat menurun, namun masih dalam rentangan yang diperhitungkan.

”Tidak ada yang tidak terduga. Karena angkanya masih diantara 56-76 persen. Jadi, karena memang banyak survei dan angkanya memang dinamis,” ujar pria berambut putih ini.

Angka survei, lanjutnya, dipengaruhi sejumlah hal seperti kapan survei dilakukan, berapa jumlah responden, kondisi setelah pasangan ditentukan, dan beberapa kondisi lainnya. ”Kami sudah mengira, biasanya ketika head to head memang dinamikanya seperti itu,” ujar Ganjar yang tiba di kantor DPD PDIP Jateng sekitar pukul 16.30 bersama sang istri Ny Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Sebelumnya, relawan GP-GY datang berombongan dengan rambut gundul, menyanyikan yel yel kemenangan GP-GY. Mereka sempat cukur gundul massal di posko pemenangan Jalan Dr Cipto.

Ditanya mengenai langkah pertama setelah diumumkan secara resmi oleh KPU, Ganjar bersama Yasin akan menyambangi pasangan Sudirman-Ida. Ia ingin kekuatan yang sempat berkompetisi ini tetap bersatu. Tujuannya satu, yakni agar Jateng tidak terbelah. ”Menuju Jateng sejahtera, menjadi benteng Pancasila untuk Indonesia,” tegas pria yang terus mengatakan bahwa hasil yang diperolehnya merupakan hasil kerja keras secara bersama-sama.

Ganjar mengaku telah membicarakan mengenai pembagian tugas dengan wakilnya, ketika kembali mendapat kesempatan memimpin Jawa Tengah bersama Taj Yasin. Menurutnya, tidak persoalan ketika harus bekerja dengan pasangan baru. Sebab, dengan Gus Yasin dirinya sudah sering melakukan koordinasi. ”Bagaimana kerja di birokrasi, kita sudah ngobrol banyak. Karena sebelumnya beliau juga di DPRD dan sebagai mitra kami. Gus Yasin adaptif kok, saya juga akan menyesuaikan tentunya,” kata dia.

Bersama Yasin, Ganjar akan melanjutkan prioritas pembangunan di Jateng, yakni mengenai infrastruktur dengan menambahkan sejumlah program yang diusulkan Yasin, yakni di bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan.

Sementara Taj Yasin Maimoen mengatakan keterpilihan adalah amanah yang harus diemban. Ia akan menjalankan amanah dengan baik sebagai pemimpin dengan keputusan apapun menuju kemaslahatan umat. ”Semoga lebih baik, dengan berbagai inovasi menjadikan Jateng lebih baik,” harapnya.

Kemarin, secara khusus Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Redaktur Pelaksana Ida Norlayla menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ganjar-Yasin. Arif menyerahkan buket bunga warna merah kepada pasangan nomor urut 1 ini di Gedung Panti Marhaen disaksikan ratusan orang. “Terima kasih Mas,” kata Taj Yasin singkat. Hal yang sama disampaikan Ganjar yang kemarin tampak cerita dan penuh senyum.

Terpisah, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah enggan banyak berkomentar terkait dengan hasil quick count yang memenangkan Ganjar-Yasin. Meski begitu, Sudirman meminta semua pihak harus bersabar sampai keputusan final dari KPU Jateng. Bahkan, tim pemenangan dan relawan sudah diinstruksikan mengumpulkan berbagai bukti kejanggalan yang ada di setiap daerah di Jateng. Karena ada sejumlah pelanggaran, seperti di Boyolali ada TPS yang hasil suaranya 0 persen.

“Semua tim tetap solid dan memang menemukan sejumlah kejanggalan dalam Pilgub,” kata Sudirman Said saat konferensi pers bersama parpol pengusung di Hotel Grasia, Semarang tadi malam.

Ia meminta, semua pihak bersabar dan menunggu hasil resmi dari KPU Jateng. Mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten sampai tingkat provinsi. Karena hasil quick count masih belum final dan tak bisa mewakili hasil Pilgub Jateng. “Kita tunggu saja hasil akhir dari KPU Jateng, setelah ada perhitungan final,” ucapnya.

Pasangan Sudirman – Ida mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam Pilgub Jateng. Bahkan, semua bisa menjadi pemilih cerdas yang tetap membuat suasana adem ayem. “Ini masih belum selesai, kita tunggu hasil dari KPU yang sudah final,” tambah Ida Fauziyah.

Terkait dengan statemen Ganjar yang akan bersilaturahmi dengannya, Sudirman memintanya tak terburu-buru. Kalau untuk bertemu sebagai sahabat,  jelas Sudirman, akan menyanggupinya. “Sabar dululah, jangan terburu-buru,” tambah Sudirman .

Pasangan Sudirman-Ida masih terus menjaga kinerja relawan dan saksi di bawah. Untuk itu, harus bersabar karena kenyataan di lapangan tidak sama dengan hasil quick count yang selisihnya di bawah 10 persen. “Kami harus menjaga kinerja relawan, kita tunggu saja hasil KPU Jateng, ” tambah Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Cudhlori.  (sga/den/fth/aro)