Dewan Syuro PKB Tegur Cak Imin

Dinilai Terlalu One Man Show

371
KONFERENSI PERS: Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Dimyati Rois (dua dari kiri) saat jumpa pers di Ponpes Alfadlu Wal Fadhilah, kemarin (07/6). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONFERENSI PERS: Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Dimyati Rois (dua dari kiri) saat jumpa pers di Ponpes Alfadlu Wal Fadhilah, kemarin (07/6). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Dimyati Rois mengingatkan kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil Cak Imin untuk tidak one man show dalam upaya mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden 2019. Tapi dalam proses mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres) supaya bisa mengajak seluruh elemen partai termasuk Dewan Syuro PKB.

Demikian disampaikan KH Dimyati Rois saat jumpa pers di kediamannya di Pondok Pesantren Alfadlu Wal Fadhilah kampung Jagalan Desa Kutoarjo, Kecamatan Kaliwungu. Pernyataan tersebut merupakan salah satu Hasil Keputusan Pleno Dewan Syuro DPP PKB.

Menurut Abah Dim (sapaan akrab Dimyati Rais), kesan one man show itu muncul lantaran Cak Imin lebih sering terjun sendiri ke berbagai daerah untuk mengkampanyekan kemampuannya menjadi pendamping Jokowi. “Tanpa melibatkan elemen partai termasuk dewan syuro. Tentu ini tidak boleh dilakukan sendirian oleh Muhaimin,” ujarnya pengasuh Ponpes Alfadlu Wal Fadhilah itu.

Menurut Dimyati, Jajaran Dewan Syuro DPP PKB  memandang, jika kerja politik tidak bisa hanya dilakukan sendiri. Melainkan kerja bersama semua pihak. “Apalagi dalam urusan besar seperti pemilihan presiden dan wakil presiden, Muhaimin haruslah disosialisasikan dan diperjuangkan semua pengurus PKB, Kiai dan warga NU,” tuturnya.

Namun secara kapasitas, lanjut Dimyati, Dewan Syuro DPP PKB mengakui jika Muhaimin memiliki kapasitas untuk menjadi seorang Wakil Presiden di Negara ini. Hal itu dapat dilihat dari berbagai pengalaman telah dijalani. Diantaranya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR, Wakil Ketua DPR, dan Muhaimin juga pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Muhaimin sosok politikus yang memiliki karakter toleran dan santun. Namun untuk menjadikannya sebagai Wakil Presiden bersama pak Joko Widodo, semuanya itu juga harus disengkuyung bersama. Tidak dikerjakan sendiri oleh Muhaimin,” tegasnya.

Atas dasar itu, Abah Dim  yang juga menjabat sebagai Mustasyar PBNU  menginstruksikan semua pengurus, baik DPP, DPW, DPC, hingga Dewan Pengurus Anak Ranting, (DPARt). Termasuk semua dewan syuro di semua tingkatan untuk sama-sama bergerak. “Semua harus kompak dan serentak bergerak mendukung perjuangan Muhaimin,” tuturnya.

Alasan dukungan kepada Muhaimin untuk mendampingi Jokowi, lantaran Dewa Syuro PKB mengakui, Kinerja Joko Widodo selama menjabat Presiden RI telah menunjukkan keberhasilan pembangunan. Indikatornya antara lain mulai turunnya angka kemiskinan, kesejahteraan rakyat membaik, serta pembangunan insfrastruktur.

Sementara Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Syaful Bahri Ansory menambahkan dalam waktu dekat Dewan Syuro DPP PKB akan bersilahturahmi dengan PBNU. Yakni untuk meminta restu untuk Muhaimin Iskandar.

“Sehingga pencalonan menjadi wakil presiden mendapatkan dukungan dari seluruh keluarga besar NU diseluruh daerah. Cak imin bisa menjadi satu-satunya figur cawapres representasi dari NU,” kata Syaiful.

Menurutnya, pencalonan Cak Imin sebagai cawapres ke depan akan semakin lebih optimal jika diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual. “Semuanya akan lebih konkret jika pendampingya adalah Muhaimin, sosok santri yang mampu merepresentasikan gagasan dari para ulama,” imbuhnya. (bud/bas)