BPBD Antisipasi Ancaman Kekeringan

308
KERING: Musim kemarau, saluran irigasi diwilayah Trengguli, Wonosalam mulai mengering. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERING: Musim kemarau, saluran irigasi diwilayah Trengguli, Wonosalam mulai mengering. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak mulai melakukan antisipasi dengan datangnya musim kemarau. Diantaranya dengan merencanakan droping air ke masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari hari.

Kepala pelaksana BPBD, Agus Nugroho LP mengatakan, awal Juni hingga Juli 2018 musim kemarau masih diwarnai dengan hujan. Meski demikian, pihaknya telah mengantisipasi jika masyarakat memerlukan air bersih untuk air minum dan lainnya. “Antisipasi yang kita lakukan adalah hanya mengirimkan air bersih ke lokasi yang membutuhkan,” katanya, kemarin.

Agus menambahkan, mestinya pihak desa atau kecamatan turut membantu mengantisipasi ancaman kekeringan yang terjadi di wilayah desa masing-masing. Diantaranya, dengan memanfaatkan teknologi dan dana yang dikucurkan pemerintah ke desa.

Misalnya bisa melalui dana desa (DD) dari pemerintah pusat. Kemudian, dari alokasi dana desa (ADD) dari kabupaten, serta dana desa dari hasil lelangan bondo deso. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun penampungan air berupa embung, tampungan air pamsimas dan membangun sumur bor disetiap RW.

Selain itu, dapat membangun sarana dan prasarana lainnya untuk penanggulangan kekeringan  sebagaimana yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum. “Sebab, dinas tersebut yang memiliki kemampuan anggaran tak terhingga,” katanya. (hib/bas)