702 Peserta Calon Polri Lolos Seleksi

756
SPIRITUAL : Peserta Calon Polri yang lolos sedang berdoa di gedung MAC, Jalan Majapahit, Pedurungan, Selasa (26/6). (Ist)
SPIRITUAL : Peserta Calon Polri yang lolos sedang berdoa di gedung MAC, Jalan Majapahit, Pedurungan, Selasa (26/6). (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 702 peserta calon polisi dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polda Jawa Tengah tahun 2018. Jumlah tersebut terdiri atas 684 calon Bintara dan 18 calon Tamtama.

“Mereka yang dinyatakan lolos semantara akan melanjutkan tahap supervisi tingkat pusat,” kata  Wakapolda Jateng Brigjen Achmad Lutfi saat memimpin sidang kelulusan sementara penerimaan anggota, di gedung MAC, Jalan Majapahit, Pedurungan, Rabu (26/6) kemarin.

Achmad Lutfi menjelaskan, ratusan peserta yang dinyatakan lolos tersebut sejauh ini sudah sesuai kriteria. Keberhasilan yang diraih para peserta merupakan hasil kerja keras dari mereka sendiri, tanpa adanya campur tangan orang lain.

Dalam seleksi penerimaan anggota Polri pihaknya menggunakan sistem Betah, kependekan dari Bersih, Transparan, Ankutabel dan Humanis serta clear and clean. “Bagi yang belum lulus, saya berharap tidak berkecil hati,” tegasnya.

Pihaknya membeberkan, proses seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri 2018 untuk memperoleh calon Bintara dan Tamtama Polri dengan kualitas terbaik. Achmad Lutfi menyebutkan, banyak serangkaian tahapan seleksi yang harus dilalui para peserta agar bisa lulus dengan cara Bersih Transparan Akuntabel dan Humanis.

“Proses penerimaan dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari kampanye, pendaftaran, pengambilan sumpah, penandatanganan fakta integritas, pemeriksaan atau pengujian serta perangkingan dan penetapan kelulusan berdasarkan Kuota,” katanya.

Menurutnya, sistem tersebut dilaksanakan secara tegas dengan tujuan untuk mencetak calon Polri yang berkualitas. Pihaknya tidak segan-segan mencoret dan menindak tegas terhadap peserta yang melakukan perbuatan curang dalam proses seleksi.

“Kalau menemukan oknum yang melakukan kecurangan dalam proses penerimaan ini, para peserta calon Bintara dan Tamtama Polri atau orang tua dapat melaporkan kepada Itwasda dan Propam untuk kemudian dapat diteruskan kepada saya. Sehingga proses rekrutmen ini tidak ternoda oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (mha/zal)