33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Waspadai Surat Suara Ilegal

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mewaspadai kemungkinan adanya surat suara ilegal atau surat suara di luar Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat. Untuk itu, KPU meminta agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan masyarakat untuk mengawasi jika terdapat adanya perbedaan hasil penghitungan suara.

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto menegaskan, surat suara yang sah harus ditandatangani oleh Ketua KPPS di TPS. Jumlah surat suara di TPS pun sama dengan surat suara yang diterima dan surat suara yang digunakan. “Kami minta partisipasi untuk mengawasi surat suara yang tidak berasal dari KPPS, salah satu unsur yang menjadi penilaian surat suara sah atau tidak adalah tanda tangan dari Ketua KPPS,” kata Basmar di sela acara pemusnahan surat suara rusak di Kantor KPU Kota Magelang, Selasa (26/6).

Basmar mengatakan, surat suara yang dibutuhkan untuk wilayah Kota Magelang adalah sejumlah DPT ditambah 2,5 persen dari jumlah surat suara di tiap TPS. Jumlah total ada 91.626 surat suara, terdiri dari 89.294 surat suara DPT dan 2.332 surat suara cadangan. “Kami menerima sekitar 91.661 surat suara, jika dikurangi dengan surat suara yang rusak sebanyak 35 lembar, maka menjadi 91.626 surat suara. Semuanya sudah kami distribusikan ke TPS-TPS,” kata Basmar.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umun (Panwas) Kota Magelang Endang Sri Rahayu, mengatakan, pemusnahan surat suara yang lebih dan rusak ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan surat suara. Yayuk berharap, kebutuhan surat suara cukup untuk seluruh TPS di Kota Magelang. “Kami akan awasi setiap TPS, jangan sampai ada pelanggaran. Kami lakukan patroli sebagai upaya pencegahan terjadinya politik uang, dan kecurangan lain,” tukas Endang.

Sementara itu, ratusan surat suara rusak Pilgub Jateng 2018 juga dibakar oleh KPU Kabupaten Semarang. Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengungkapkan jika surat suara yang dimusnahkan sebanyak 953 lembar.

“Supaya (surat suara) yang rusak tidak bisa lagi disalahgunakan,” ujar Guntur usai pemusnahan di kantor KPU Kabupaten Semarang, Selasa (26/6). Pemusnahan tersebut disaksikan oleh pihak kepolisian dari jajaran Polres Semarang.

Dijelaskan Guntur, dalam proses pengepakan, masih menyisakan sisa surat suara yang dapat digunakan sebanyak 471 lembar. Sementara untuk surat suara yang rusak dalam pengepakan yaitu 482 lembar. Sehingga total keseluruhan surat suara yang sisa dan rusak yaitu 953 lembar. “Yang baik maupun rusak dari 953 surat suara, kami lakukan pemusnahan,” katanya.

Seperti diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jateng di Kabupaten Semarang sebanyak 756.063 pemilih terdiri 372.605 pemilih laki-laki dan 383.458 pemilih perempuan. Kemudian, total TPS ada 1.769 yang tersebar di 19 kecamatan dan 235 desa/kelurahan. (had/ewb/ton/ida)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Alokasikan Rp 200 M untuk Perbaikan Jalan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN -  Puluhan warga yang tergabung dalam Komunitas Guru Lebahbarang dan persatuan sopir kenek (Personek) serta warga dan anggota Koramil dan Polsek Lebakbarang,...

Persaudaraan Adalah Menyayangi, Bukan Menyaingi

RADARSEMARANG.COM - Hari Natal memang jatuh pada 25 Desember 2017. Namun puncak perayaan se-Kota Magelang baru terselenggara kemarin. Seperti apa? UMAT Kristiani se-Kota Magelang berkumpul...

86 Tanah Wakaf Terdampak Tol Belum Diganti

SEMARANG-Tanah wakaf yang terkena dampak proyek tol Batang-Semarang dan Salatiga-Mantingan, belum sepenuhnya diganti pemerintah. Terhitung ada 86 bidang tanah wakaf berupa masjid, musala, dan...

725 Siswa Ikuti Try Out UN

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - SMA Teuku Umar Semarang menggelar try out ujian nasional (unas) berbasis komputer baru-baru ini. Acara ini diikuti oleh 725 siswa dari...

KKP Permudah Perizinan Kapal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah nelayan di Pantura Jateng mengajukan pengukuran ulang kapal setelah mendapat kemudahan proses perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proses...

Shelter Suryo Kusumo Ditinggalkan Pedagang

SEMARANG - Minggu (6/3/2016) silam, sebanyak 225 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tlogosari Raya boyongan menuju shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman...