SURAT SUARA : KPU Kabupaten Semarang dan jajaran Polres Semarang melakukan pemusnahan sisa surat suara dan surat suara rusak untuk Pilgub Jateng di halaman KPU Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SURAT SUARA : KPU Kabupaten Semarang dan jajaran Polres Semarang melakukan pemusnahan sisa surat suara dan surat suara rusak untuk Pilgub Jateng di halaman KPU Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mewaspadai kemungkinan adanya surat suara ilegal atau surat suara di luar Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat. Untuk itu, KPU meminta agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan masyarakat untuk mengawasi jika terdapat adanya perbedaan hasil penghitungan suara.

Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto menegaskan, surat suara yang sah harus ditandatangani oleh Ketua KPPS di TPS. Jumlah surat suara di TPS pun sama dengan surat suara yang diterima dan surat suara yang digunakan. “Kami minta partisipasi untuk mengawasi surat suara yang tidak berasal dari KPPS, salah satu unsur yang menjadi penilaian surat suara sah atau tidak adalah tanda tangan dari Ketua KPPS,” kata Basmar di sela acara pemusnahan surat suara rusak di Kantor KPU Kota Magelang, Selasa (26/6).

Basmar mengatakan, surat suara yang dibutuhkan untuk wilayah Kota Magelang adalah sejumlah DPT ditambah 2,5 persen dari jumlah surat suara di tiap TPS. Jumlah total ada 91.626 surat suara, terdiri dari 89.294 surat suara DPT dan 2.332 surat suara cadangan. “Kami menerima sekitar 91.661 surat suara, jika dikurangi dengan surat suara yang rusak sebanyak 35 lembar, maka menjadi 91.626 surat suara. Semuanya sudah kami distribusikan ke TPS-TPS,” kata Basmar.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umun (Panwas) Kota Magelang Endang Sri Rahayu, mengatakan, pemusnahan surat suara yang lebih dan rusak ini untuk mengantisipasi penyalahgunaan surat suara. Yayuk berharap, kebutuhan surat suara cukup untuk seluruh TPS di Kota Magelang. “Kami akan awasi setiap TPS, jangan sampai ada pelanggaran. Kami lakukan patroli sebagai upaya pencegahan terjadinya politik uang, dan kecurangan lain,” tukas Endang.

Sementara itu, ratusan surat suara rusak Pilgub Jateng 2018 juga dibakar oleh KPU Kabupaten Semarang. Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengungkapkan jika surat suara yang dimusnahkan sebanyak 953 lembar.

“Supaya (surat suara) yang rusak tidak bisa lagi disalahgunakan,” ujar Guntur usai pemusnahan di kantor KPU Kabupaten Semarang, Selasa (26/6). Pemusnahan tersebut disaksikan oleh pihak kepolisian dari jajaran Polres Semarang.

Dijelaskan Guntur, dalam proses pengepakan, masih menyisakan sisa surat suara yang dapat digunakan sebanyak 471 lembar. Sementara untuk surat suara yang rusak dalam pengepakan yaitu 482 lembar. Sehingga total keseluruhan surat suara yang sisa dan rusak yaitu 953 lembar. “Yang baik maupun rusak dari 953 surat suara, kami lakukan pemusnahan,” katanya.

Seperti diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jateng di Kabupaten Semarang sebanyak 756.063 pemilih terdiri 372.605 pemilih laki-laki dan 383.458 pemilih perempuan. Kemudian, total TPS ada 1.769 yang tersebar di 19 kecamatan dan 235 desa/kelurahan. (had/ewb/ton/ida)