Pengelolaan Wisata Belum Optimal

257
KURANG MENARIK : Salah satu objek wisata unggulan milik Pemkab Batang THR Kramat yang kurang maksimal dalam pengelolaan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
KURANG MENARIK : Salah satu objek wisata unggulan milik Pemkab Batang THR Kramat yang kurang maksimal dalam pengelolaan. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang mulai serius menggarap sektor wisata. Mengingat banyak potensi yang ada di wilayah Batang, namun belum tergarap secara optimal.

“Berbicara pariwisata saya jadi gemes, karena harus saya yakinkan pariwisata menjadi sumber pendapatan melebihi bisnis minyak,” tegas Bupati Wihaji saat bertemu dengan pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) di objek wista THR Kramat Batang, Selasa ( 26/6).

Melihat potensi yang begitu besar, bupati meminta Dinas Pariwisata bisa mengikuti irama keseriusan mengelola objek wisata dengan cepat. Meningkatkan potensi dan gencar melakukan promosi objek wisata.

“Jajaran Dinas Pariwisata harus lebih kreatif dan inovatif. Kalau tidak maksimal kita akan evaluasi,” tegas Wihaji.

Ia menegatakan pemerintah daerah mempunyai tugas untuk menciptakan sebuah sisitem regulasi dalam pengelolaan objek wisata, karena sektor pariwisata akan berimplikasi pada peningkatan eknomi  masyarakat dengan datangnya investor, tumbuhnya ekonomi kreatif sehingga akan meningkatkan sumber pendapatan masyarakat yang secara otomatis pendapatan daerah naik.

Bahkan menurut bupati, demi kemajuan empat objek wisata yang dikelola pemkab seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, THR Kramat, Pemandian Bandar, salah satunya akan diserahkan swasta untuk dikelola.

“Jika diberikan swasta, biar ada persaingan dan motivasi untuk berkompetisi,” seru Wihaji.

Bupati juga menyarankan Dinas Pariwista untuk lebih gencar lagi mempromosikan objek wisata. Karena selama ini masyarakat masih belum banyak yang tahu objek wsiata yang ada di Batang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga  Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan  yang terbaik  di objek  wisata.

“Dari empat objek wisata ada yang naik ada yang turun, untuk Pantai Sigandu naik 10 persen, THR Kramat naik 5 persen, Pantai Ujungnegoro dan Pemandian Bandar mengalami stagnan pengunjung,” terang Wahyu.

Ia juga mengatakan secara jumlah pengunjung wisata mengalami kenaikan, karena sekarang banyak pilihan objek wisata yang dikelola oleh desa maupun kelompok sadar wisata yang bikin penasaran seperti  Puncak Patran Sri Gunung, Bukit Sikuping, Deswita Pandansari, dan Polowono Lobang. (han/zal)