33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Pengelolaan Wisata Belum Optimal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang mulai serius menggarap sektor wisata. Mengingat banyak potensi yang ada di wilayah Batang, namun belum tergarap secara optimal.

“Berbicara pariwisata saya jadi gemes, karena harus saya yakinkan pariwisata menjadi sumber pendapatan melebihi bisnis minyak,” tegas Bupati Wihaji saat bertemu dengan pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) di objek wista THR Kramat Batang, Selasa ( 26/6).

Melihat potensi yang begitu besar, bupati meminta Dinas Pariwisata bisa mengikuti irama keseriusan mengelola objek wisata dengan cepat. Meningkatkan potensi dan gencar melakukan promosi objek wisata.

“Jajaran Dinas Pariwisata harus lebih kreatif dan inovatif. Kalau tidak maksimal kita akan evaluasi,” tegas Wihaji.

Ia menegatakan pemerintah daerah mempunyai tugas untuk menciptakan sebuah sisitem regulasi dalam pengelolaan objek wisata, karena sektor pariwisata akan berimplikasi pada peningkatan eknomi  masyarakat dengan datangnya investor, tumbuhnya ekonomi kreatif sehingga akan meningkatkan sumber pendapatan masyarakat yang secara otomatis pendapatan daerah naik.

Bahkan menurut bupati, demi kemajuan empat objek wisata yang dikelola pemkab seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, THR Kramat, Pemandian Bandar, salah satunya akan diserahkan swasta untuk dikelola.

“Jika diberikan swasta, biar ada persaingan dan motivasi untuk berkompetisi,” seru Wihaji.

Bupati juga menyarankan Dinas Pariwista untuk lebih gencar lagi mempromosikan objek wisata. Karena selama ini masyarakat masih belum banyak yang tahu objek wsiata yang ada di Batang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga  Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan  yang terbaik  di objek  wisata.

“Dari empat objek wisata ada yang naik ada yang turun, untuk Pantai Sigandu naik 10 persen, THR Kramat naik 5 persen, Pantai Ujungnegoro dan Pemandian Bandar mengalami stagnan pengunjung,” terang Wahyu.

Ia juga mengatakan secara jumlah pengunjung wisata mengalami kenaikan, karena sekarang banyak pilihan objek wisata yang dikelola oleh desa maupun kelompok sadar wisata yang bikin penasaran seperti  Puncak Patran Sri Gunung, Bukit Sikuping, Deswita Pandansari, dan Polowono Lobang. (han/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kaum Difabel Minta Segera Bentuk Tim Advokasi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belasan perwakilan kaum difabel di Kabupaten Semarang mendatangi kantor Bupati Semarang, Jumat (9/2). Didampingi Pusat Pengembangan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM)...

Lord Didi

RADARSEMARANG.COM-Obituari terbaik untuk almarhum Didi Kempot adalah yang dibuat Jaya Suprana. Bentuknya: permainan piano --alat musik yang paling dikuasainya. Di depan piano milik Ayla itu...

Interferensi dalam Bahasa Indonesia

RADARSEMARANG.COM - MASYARAKAT kita adalah masyarakat multilingual, di samping sebagai penutur Bahasa Indonesia juga penutur bahasa daerah. Sehingga kontak antarbahasa sering menimbulkan interferensi dalam...

Harga Per Kantong Darah Rp 370 Ribu

WONOSOBO—Harga per satu kantong darah sebagai ganti jasa pemeriksaan pengambilan dan cross matching (pencocokan dengan penerima darah) dari Palang Merah Indonesia Wonosobo sebesar Rp...

Pedagang Pasar Waru Merasa Lega

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Para pedagang Pasar Waru Semarang akhirnya bisa bernapas lega. Mereka sudah bisa menempati bangunan baru yang telah selesai dibangun oleh Pemerintah...

Kumpulkan Donasi untuk Bantu Sesama

Organisasi Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI) Cabang Wonosobo intens menunjukkan eksistensinya dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Seperti apa? SUMALI IBNU CHAMID SETELAH beberapa waktu lalu menyantuni seorang...