Pemilih A5 Nyoblos Selepas Pukul 12.00

207
TINJAU KESIAPAN TPS : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi TPS 12 Kelurahan Sumurboto Utara, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, Rabu sore (26/6) kemarin. (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU KESIAPAN TPS : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengunjungi TPS 12 Kelurahan Sumurboto Utara, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, Rabu sore (26/6) kemarin. (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono memastikan persiapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng di Kota Semarang berjalan lancar. Mengenai logistik, secara bertahap telah dikirimkan ke masing-masing TPS dari kemarin siang, sore, malam, bahkan ada yang subuh ini tadi.

”Yang subuh pertimbangannya karena ada usulan, TPS-nya ada di tengah sawah dan dekat kuburan. Nggak ada yang jaga. Sehingga kami kirimkan subuh,” ujarnya saat meninjau TPS 12 Kelurahan Sumurboto, Banyumanik Semarang, Selasa sore (26/6) kemarin.

Dikatakan olehnya, selain DPT yang ada di Semarang, terdapat pula pemilih Jateng dari luar Semarang yang mengajukan mencoblos di Kota Semarang. Beberapa pertimbangannya adalah karena kuliah dan kerja.

”Kami hari ini melayani pemilih A5 yang cukup banyak. Dari rumah sakit Telogorejo ada 110 pemilih. Kemudian dari UNNES hampir 200, juga dari PLN, Telkom, dan beberapa perusahaan yang para pemilihnya tidak bisa pulang kita layani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara teknis, para pemilih dengan A5 ini dapat menentukan pilihannya seperti layaknya DPT. Mereka dapat memilih dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Yang berbeda, lanjutnya, adalah mereka yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang hanya menggunakan KTP elektronik dan surat keterangan dari Dispendukcapil. ”Untuk yang ini, mereka bisa memilih pada pukul 12.00 sampai 13.00,” jelasnya.

Selain kesiapan logistik, Henry juga memastikan keamanan di TPS Semarang. Berdasarkan pantauan bersama Polrestabes Semarang, untuk keamanan memang tidak perlu dikhawatirkan. ”Yang perlu diantisipasi justru cuaca yang tidak menentu pada TPS yang betul-betul di luar. Kalau tiba-tiba hujan kan repot,” kata dia.

”Kemudian kami juga meminta KPPS memperhatikan temen-teman difabel. Harus ada perhatian pada akses disabilitas,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku optimistis tingkat partisipasi pemilih Kota Semarang akan mencapai target. Sebab, dari hasil pantauannya, persiapan yang dilakukan di sejumlah TPS sudah berjalan dengan baik.

”Tinggal menunggu besok (hari ini, Red) saja, semoga diingatkan kembali melalui sound mushola atau masjid, melalui RT dan RW juga agar warga Semarang tidak lupa datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Beberapa TPS yang dikunjungi Hendi di antaranya TPS 12 di Kelurahan Sumurboto, Banyumanik, TPS di Gunungpati dan di Mijen. Bersama Muspida, KPU, Panswas Kota, Pemkot Semarang melakukan pantauan untuk memastikan kesiapan panitia. ”Sejauh ini secara umum oke, logistik juga oke. Mudah-mudahan dari semua yang terdaftar di DPT memakai hak pilihnya,” harapnya.

Hendi menjelaskan, pantauan di TPS dilakukan dari daerah pinggiran Semarang. Pada prinsipnya, ia katakan, jika TPS di pinggiran siap, maka TPS yang ada di tengah kota akan lebih siap. ”Giliran yang di tengah, kita tinjau besok saat coblosan,” pungkasnya. (sga/ida)