Waspadai Terorisme saat Coblosan

263
AWAS TEROR : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Wakil Bupati HM Zaenal Arifin mengecek pasukan saat Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Operasi Mantap Praja Candi 2018 di Lapangan drh Soepardi Sawitan Kota Mungkid, Senin (25/6). (Ahsan fauzi/radar kedu)
AWAS TEROR : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Wakil Bupati HM Zaenal Arifin mengecek pasukan saat Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Operasi Mantap Praja Candi 2018 di Lapangan drh Soepardi Sawitan Kota Mungkid, Senin (25/6). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Terbongkarnya rencana aksi teror saat Pilkada serentak di Jawa Barat, membuat aparat keamanan harus meningkatkan kewaspadaan. Termasuk dalam pengamanan pelaksanaan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup) Magelang, Rabu (27/6) besok.

Jajaran Polres Magelang menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan TPS operasi Mantap Praja Candi 2018 di lapangan drh Soepardi Sawitan Kota Mungkid, Senin (25/6). Apel yang diikuti pasukan gabungan dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar, Linmas, PPK dan Panwascam se-Kabupaten Magelang itu dipimpin langsung Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo. “Kita harus waspada kepada pihak-pihak tertentu yang berupaya menggagalkan pesta demokrasi, seperti aksi terorisme di TPS-TPS yang ada di Magelang saat coblosan nanti,” pesan Hari kepada peserta apel.

Hari melanjutkan, isu terorisme itu bukan hanya cerita atau dongeng belaka, namun nyata. Informasi yang diperolehnya, mereka akan melakukan aksi dengan menyerang simbol-simbol pemilu seperti TPS, kantor KPU, Panwas dan kantor-kantor Polsek. “Saya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, namun petugas bisa lebih waspada. Kami harap masyarakat tetap tenang dalam melaksanakan pesta demokrasi ini,” pintanya.

Pengamanan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada 2018 di Kabupaten Magelang ini akan dilakukan oleh 6.610 personel gabungan. Terdiri dari 840 anggota Polri, 520 anggota TNI dan 5.250 anggota Linmas. Mereka akan diterjunkan di 2.629 TPS se-Kabupaten Magelang.

“Untuk unsur Polri, rata-rata satu anggota akan mengamankan di 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Limas setiap TPS dua anggota serta nanti mereka akan dibantu unsur TNI dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Polres Magelang Kota mencatat, dari 220 TPS di Kota Magelang dan 118 TPS di Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, ada 4 TPS yang masuk kategori rawan. Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan menjelaskan, 4 TPS tersebut berada di wilayah Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang. Yakni TPS 4, TPS 5 dan TPS 10 di Kelurahan Rejowinangun Selatan serta TPS 9 Kelurahan Magersari.

Kerawanan di 4 TPS ini karena faktor sejarah. Kerawanan antarpendukung yang pernah terjadi di masa lalu, pemaksaan pemilihan kepada para pemilih yang tidak mempunyai surat pemilihan, dan juga penganiayaan kepada petugas KPPS serta adanya pengaruh dari minuman keras. Untuk TPS kategori rawan, 2 personel Polri dibantu 8 Linmas akan mengawasi 4 TPS. Sedangkan untuk kategori aman, 2 personel Polri dan 8 Linmas mengawasi 8 TPS.

“Pengamanan khusus tersebut juga diberlakukan TPS 15 Kelurahan Cacaban yang dikhususkan untuk para penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Magelang,” ujar Kristanto usai Apel Kesiapan Polri, TNI dan Linmas di Alun-alun Kota Magelang. (san/jpg/ton)