KPU Coret 23 Ribu Pemilih

1256
PENGAWASAN: Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam, bersama Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, saat rapat kerja di kantor KPU Jateng, Senin (25/6). (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGAWASAN: Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam, bersama Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, saat rapat kerja di kantor KPU Jateng, Senin (25/6). (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – KPU Jateng mencoret 23 ribu daftar pemilih tetap (DPT). Pencoretan dilakukan setelah dikoreksi lagi ternyata terdapat daftar pemilih ganda dan data invalid. Selain itu, KPUD juga masih mengoreksi jumlah DPT yang dinilai masih bermasalah di Jateng.

“Sebanyak 23 ribu dicoret karena data ganda. Tapi kami pastikan Pilgub tetap aman dan tak terpengaruh dengan pencoretan tersebut. Penyisiran DPT terus dilakukan sejak 20 April 2018 lalu,” Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, saat menerima kunjungan kerja (Kunker) DPD RI untuk mengecek Persiapan Pilkada Serentak 2018 di kantor KPU Jateng.

Dikatakan, jumlah pemilih dalam Pilgub Jateng sebanyak 27.068.500 orang. Saat ini, ia memastikan logistik Pilgub Jateng sudah didistribusikan sampai tingkat kecamatan se-Jawa Tengah. Ratusan personil TNI/Polri, Pemprov maupun petugas disiagakan 24 jam menjaga logistik untuk memastikan keamanannya. Bahkan untuk daerah yang akses sulit dan pelosok, logistik sudah ada yang tiba di kelurahan/desa. “Kami sudah bekerja maksimal, dan logistik Pilgub sudah tinggal menunggu ke desa dan dilanjutkan ke TPS. Semua aman karena ada petugas yang jaga,” ujarnya.

KPU Jateng memastikan akan terus melakukan sosialisasi secara masif sampai H -1 pencoblosan. Langkah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilgub Jateng. Selain itu, masyarakat diminta untuk bisa aktif dalam melakukan pengawasan selama Pilgub Jateng.

“Partisipasi pemilih harus lebih besar, makanya terus kami sosialisasikan. Dengan partisipasi besar, artinya kesadaran masyarakat berpolitik juga semakin besar,” katanya.

Ketua Komite I DPD RI, Akhmad Muqowam, meminta agar Bawaslu, KPU, maupun masyarakat mewaspadai  adanya money politics. Jangan sampai ada sekecil apapun kecurangan dalam  Pilgub Jateng. Ia tak menampik, jika indikasi kecurangan tetap ada, sehingga harus ada pengawasan bersama. “Kami juga akan turun langsung untuk melakukan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Akhmad Muqowam meminta agar di Jateng dan daerah yang menggelar pilkada dilakukan pengawasan ekstra. Karena ASN banyak yang takut dengan calon incambent yang seringkali menakut-nakuti masalah posisi dan jabatan ASN di lingkungan pemerintahan. “Masih ada kepala daerah yang nakut-nakuti ASN. Itu harus diperhatikan, agar mereka memilih sesuai hati,” katanya.

Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Subki Saka, mengaku, terus melakukan pengawasan sampai perhitungan suara Pilgub Jateng. Setidaknya sebanyak 64.171 pengawas sudah disiapkan dan langsung mengawasi di setiap TPS se-Jateng. Mereka sudah dibekali keahlian, sehingga akan melakukan pengawasan lebih maksimal. “Pengawasan terus kami lakukan, agar tidak terjadi kecurangan. Semua anggota siap siaga di bawah sampai level TPS,” tambahnya. (fth/aro)