Hendi Kerja Keras Pastikan Milenial dapat Hak Pilih

102
AJAK SELFIE : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat diajak selfie sejumlah siswa saat berkunjung di salah satu sekolah. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)
AJAK SELFIE : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat diajak selfie sejumlah siswa saat berkunjung di salah satu sekolah. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus bekerja keras agar seluruh masyarakat di Kota Semarang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah yang akan berlangsung pada Rabu (27/6) besok.

Selain terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, ia juga memastikan agar seluruh penduduk di Kota Semarang yang berada di atas 17 tahun telah melakukan rekam data KTP. Hal tersebut penting, sebab walaupun belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), setiap orang dapat menunjukkan KTP Elektronik atau surat keterangan dari Dispendukcapil Kota Semarang untuk menggunakan hak pilihnya.

“Kemarin menurut data coklit KPU Kota Semarang ada 15.481 warga yang belum rekam data KTP, jumlah tersebut kemudian kami verifikasi dengan jemput bola langsung ke masyarakat untuk melakukan rekam data,” tutur Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

“Dan saat ini dalam data kami masih ada 204 warga yang baru berumur 17 tahun pada 25, 26, 27 (Juni 2018) dan belum rekam data KTP, untuk itu kami datangi langsung semuanya untuk bisa segera lakukan perekaman,” tandasnya.

Selain itu, Hendi menuturkan, guna memaksimalkan pelayanan mendukung penyelenggaran Pilgub Jateng 2018, ia mengambil kebijakan untuk memperpanjang jam pelayanan Dispendukcapil Kota Semarang hingga pukul 19.00 setiap harinya. Tak hanya itu, Hendi juga membuka layanan online bagi warga melalui aplikasi WhatsApp (WA) di nomor 085-641-604-903.

“Jadi, bagi warga yang kurang mantap dengan surat keterangan (surket), bisa mengirimkan foto surketnya ke nomor WA tersebut untuk dapat dicek E-KTP-nya sudah jadi atau belum,” terang wali kota.

Pembukaan layanan melalui online tersebut sendiri merupakan cara Hendi untuk mendekatkan pelayanan kepada generasi millenial yang mana banyak di antaranya merupakan pemilih pemula saat Pilgub Jateng 2018 berlangsung.

“Kita semaksimal mungkin melakukan pendampingan serta melayani agar sedulur-sedulur milenial ini, yang baru pertama kali mencoblos tidak ragu menggunakan hak pilihnya,” tegas Hendi.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, meyakinkan para pemilih pemula untuk tidak ragu menggunakan hak pilihnya, walaupun namanya belum masuk dalam daftar pemilih tetap. “Bahkan yang umur 17 tahunnya pada saat hari pemungutan suara pun boleh mencoblos,” tegas Henry. “Tinggal menunjukkan KTP Elektronik atau Surat Keterangan dari Dispendukcapil Kota Semarang di TPS sesuai alamat pada perekaman data KTP,” yakinnya.

Di sisi lain, Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Tri Hananto, menuturkan, jika selain memperpanjang jam pelayanan, dirinya juga menyebar personel di seluruh kecamatan untuk melakukan pelayanan jemput bola.

“Hari ini rekan-rekan juga bergerak jemput bola mulai dari tingkat kecamatan sampai kelurahan untuk mengingatkan warga yang belum rekam, hal ini dilakukan guna mendukung KPU,” tegas Adi. “Dan Alhamdulillah berkat kerja keras semuanya, Kota Semarang bukanlah termasuk dari 24 kota/kabupaten di Jawa Tengah yang ada pemilih ganda atau invalid,” ucapnya penuh syukur. (*/zal)