33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Copot Sendiri Baliho di Kawasan Taman KB

Ganjar Senang, Ditinggal Cuti, Pelayanan Berjalan Baik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI PERTAMA KERJA : Gubernur Ganjar Pranowo menggelar apel upacara di halaman kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HALALBIHALAL : Saling bersalaman pasca Lebaran dengan 35 wali kota/bupati dan wakilnya, pejabat Forkopimda Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemprov Jateng dan masyarakat. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Hari pertama masuk kerja setelah cuti kampanye habis, Gubernur Ganjar Pranowo, langsung menggelar apel upacara dan halalbihalal di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (25/6). Mulai wali kota/bupati dari 35 daerah, pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, pejabat di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan masyarakat.

Bahkan Ganjar yang didampingi istrinya, Siti Atikoh juga melakukan halal bihalal dengan Mbah Bandiyem, 78, yang kesehariannya menjadi penjual asongan di lingkungan Pemprov Jateng sejak tahun 1955. Ketika pedagang lain dilarang masuk kantor, Mbah Bandiyem seakan punya free all acces. “Dari zaman Pak Mochtar, Pak Moenadi, Pak Soepardjo Rustam, Pak Ismail, Pak Soewardi, Pak Mardiyanto, Pak Bibit, dan Pak Ganjar,” katanya menyebutkan satu persatu gubernur terdahulu.

Setelah melakukan kegiatan di kantor, Gubernur Ganjar Pranowo, mencopot baliho atau alat peraga kampanye yang bergambar dirinya dan pasangannya Taj Yasin di kawasan Taman KB, Semarang, Senin (25/6). Langkah tersebut dalam rangka mengajak masyarakat membangun kedisiplinan bersama.

“Setelah melakukan halalbihalal, saya copot sendiri dengan dibantu petugas Satpol PP. Ini menunjukkan kedisiplinan,” katanya seusai mencopot reklame APK di Taman Menteri Supeno.

Ganjar menyatakan memang mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran publik untuk selalu taat pada aturan yang berlaku. “Dengan melepas sendiri, maksudnya menunjukkan kepada publik, yang begini harus punya kesadaran sesuai dengan aturan, dengan harapan agar yang lain tidak tersinggung,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam apel pagi pukul 07.00 sebelumnya, Ganjar mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng untuk netral, meski dirinya mencalonkan kembali sebagai Gubernur Jateng. “Kecuali istri saya, karena suaminya nyalon. Mau enggak mau, harus mengambil cuti di luar tanggungan negara, tidak menerima gaji dan tunjangan dan enggak ada karier pangkat,” ujarnya.

Selama kampanye, diakuinya, pihaknya merasa ada jarak dengan penyelenggara negara dan para pejabat daerah. “Saya merasa jarak agak panjang adalah dilarang salaman, tidak enak, seperti orang asing, gara-gara ini,” tandasnya.

Ganjar mengaku senang saat masuk pertama menjadi gubernur aktif, semua pelayanan publik berjalan baik, meski ia tinggal cuti selama lima bulan. “Jadi selama cuti ini saya ngecek apakah sistemnya ini jalan. Alhamdulilah semua masih jalan. Masyarakat juga rajin komplain-komplain,” katanya.

Ganjar mengungkapkan, meski cuti dan tidak dapat mengeluarkan kebijakan, tetap memantau harga pangan dan jalur mudik secara langsung. “Saya cuti sistem jalan, tidak banyak berubah dan publik dapat terlayani. Meski cuti, arus mudik lancar, harga pangan dari pusat sampai daerah tetap terkandali,” imbuhnya.

Selama masa kampanye, pihaknya juga berterima kasih kepada kepala daerah kabupaten/kota, sampai camat dan kades, mau turun langsung menyelesaikan permasalahan di masyarakat. “Semua bisa berjalan dan turun lapangan, tanpa menunggu komando,” paparnya.  (hid/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ekspor Kayu ke Pasar Amerika

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar ekspor Amerika yang sebelumnya belum bisa ditembus oleh ekspor kayu di Indonesia, kini mulai berubah dan bisa ditembus Asosiasi Pengusaha...

Buruh Nyonya Meneer Tuntut Rp 98,2 Miliar

SEMARANG-Setelah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, saat ini giliran kantor advokat Anwar, Agoeng and Associates mengklaim sedang mendampingi 1.104 buruh PT Nyonya Meneer (PT...

Satlantas Klotekan, Bangunkan Warga Sahur

KENDAL—Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal punya gaya berpatroli unik. Khusus selama Ramadan, patroli dikemas dengan iringan alat drum band bersama santri dari Ponpes Sunan Kaligogo....

Ingin Lihat Sunrise, Berakhir di Jalan Sempit

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Aplikasi peta online kembali menyesatkan penggunanya. Rombongan wisatawan yang akan melihat sunrise atau matahari terbit di Bukit Sikunir Kecamatan Kejajar Kabupaten...

Tak Sekedar Teori, Aplikasikan Untuk Masyarakat

SEBANYAK  2.885 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim II Tahun 2016/2017 secara resmi ditarik kembali oleh Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, di Lapangan...

Tahun 2019, Guru Semarang Dapat TPP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Senyum merekah di wajah Endang Rahayu Astuti, kala mengetahui bahwa di tahun depan (2019, red) dirinya bersama seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan...