RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan bank wakaf mikro. Hal ini sebagai salah satu alternative dalam menyalurkan dana pinjaman bagi masyarakat, sehingga mereka tidak terbelit rentenir.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIJ, Bambang Kiswono mengatakan, tujuan dikembangkan bank wakaf mikro pertama untuk mengurangi kesenjangan, kedua untuk membantu masyarakat terlepas dari rentenir.

“Selama ini ada lapisan-lapisan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses pinjaman, sehingga mereka lari ke rentenir dan terbelit utang. Hal ini sangat disayangkan, karena itu dihadirkan bank wakaf mikro,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, pinjaman dari bank wakaf tersebut cukup ringan, dengan bagi hasil tidak lebih dari tiga persen. Dana bagi hasil tersebut digunakan untuk menutup biaya administrasi, bukan untuk mencari keuntungan.

Demikian juga dengan dana pihak ketiga. Bank jenis ini tidak fokus menghimpun dana pihak ketiga laiknya bank bank umum, karena dana telah disediakan oleh para donatur untuk disalurkan pada nasabah.

“Tujuannya memang untuk memajukan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Para pelaku UMKM yang melakukan pinjaman pun didampingi dan dibina. Sehingga usaha mereka dapat berjalan dengan baik,”ujarnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, di wilayah regional 3 telah terdapat delapan bank wakaf mikro. Ke depan pihaknya masih terus mendorong pengembangannya, mengingat manfaatnya yang cukup baik. “Masih ada beberapa lagi yang sedang dirintis. Diantaranya di Solo dan Demak, selain itu diharapkan di daerah-daerah lain juga bisa dikembangkan,” ujarnya. (dna/ida)