GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAWIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Semarang mengidentifikasi 563 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Semarang rawan terjadi pelanggaran.

Kerawanan ini dibagi dalam 15 kategori diantaranya ada pemilih yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar dalam DPT, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi tedaftar dalam DPT, adanya pemilih disabilitas, dan sejumlah kategori lainnya (lihat grafis).

Nining Susanti Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaskota Semarang menjelaskan, jumlah kerawanan TPS dengan pemilih disabilitas paling banyak diantara kategori lainnya. Terdapat sejumlah 263 TPS yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Candisari, Gajahmungkur, Gayamsari, Genuk, Gunungpati, Mijen, Ngaliyan.

“TPS dengan disabilitas diidentifikasi sebagai TPS rawan karena terkait dengan ketersediaan akses TPS dan juga pelayanan KPPS nya,” ujarnya menjelaskan.

Dari 15 kategori kerawanan, hanya 3 kategori yang lolos dari identifikasi panwas, yakni adanya petugas KPPS yang mendukung pasangan calon tertentu, C6 belum didistribusikan kepada pemilih sampai H-2, dan ketersediaan logistik di 16 kecamatan se-Kota Semarang.

”Untuk 3 kategori tersebut kami tidak menemukan kerawanan. Mengenai C6, semuanya sudah terdistribusikan. Dan ketersediaan logistik menurut pantauan kami juga sudah aman,” ujarnya.

Hasil identifikasi ini, ujar Nining, akan disampaikan kepada stakeholder, utamanya KPU Kota Semarang. Tujuannya, sebagai bentuk saran perbaikan agar potensi pelanggaran di TPS-TPS tersebut dapat diminimalisir.

Kota Semarang, sebagai bagian dari daerah di Provinsi Jawa Tengah, ada sebanyak 2.810 TPS yang tersebar di 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Nining berharap, dengan antisipasi yang dilakukan, pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Semarang dapat terwujud secara langsung, umum, bebas rahasia, jujur serta adil. ”Pemilihan yang demokratis juga bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu Camat Semarang Utara, Aniceto Magno da Silva mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menciptakan kondisi aman, tertib di wilayahnya masing-masing. jangan sampai ada gesekan apapun.

“Untuk menghindari adanya kecurangan melalui orang-orang  misalnya mengajak masyarakat dengan diiming-imingi dengan memberikan sesuatu itu tidak boleh. Dan mengajak kepada semua orang supaya pada 27 Juni jam 07.00 untuk mengikuti pesta demokrasi dan itu wajib untuk memberikan suaranya di TPS masing-masing,” tambahnya. (sga/hid/zal)