TRADISI : Bupati HM Natsir dan Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto naik perahu dalam sedekah laut di Desa Bungo, Kecamatan Wedung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TRADISI : Bupati HM Natsir dan Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto naik perahu dalam sedekah laut di Desa Bungo, Kecamatan Wedung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Tradisi sedekah laut warga pesisir di Desa Bungo, Kecamatan Wedung hingga kini masih dilestarikan. Ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar bagi para nelayan setempat untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. Sebagai salah satu wujud syukur tangkapan ikan yang melimpah itu, selain dilakukan doa bersama juga dilakukan larung kepala kambing ke tengah laut lepas.

Masyarakat sekitar pun tampak memadati areal sedekah laut tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati HM Natsir menyampaikan, tradisi larungan dalam sedekah laut ini yang dijalankan setiap tahun ini bisa menjadi potensi wisata bahari.

“Kalau dikelola secara baik, maka bisa menambah variasi wisata bahari di Kota Wali ini. Karena itu, tradisi ini kita terus lestarikan. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat nelayan Desa Bungo ini makin meningkat,” katanya.

Dalam ritual larungan ini, diawali pembakaran kemenyan oleh tokoh agama setempat disertai doa khusus diatas perahu yang menuju kearah laut. Setidaknya, ada 4 kapal saling beriringan mengikuti larung sesaji ini. Sesampainya dilaut, miniature perahu dari batang pisang berisi bungkusan putih yang didalamnya ada kepala kambing diturunkan dan dilarung kelaut. Para pemuda atau nelayan ini kemudian terjun ke laut untuk menghanyutkan uborampe sesaji.

Sukamto, tokoh Desa Bungo mengatakan, tradisi larung sesaji sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam. Selain sebagai rasa syukur atas limpahan rezeki ikan dilaut juga untuk menghormati keberadaan para penjaga laut.

“Ini sebagai wujud rasa syukur pada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan kepada para nelayan didesa kami ini. Kita juga berharap, para nelayan terhindar dari musibah dilaut,” ujarnya. (hib/zal)